Selasa, 19 Mei 2026

Tak Lolos lagi di DPRD PPU, Fadliansyah :Mungkin Saya Diminta Hijrah

Petahana DPRD PPU Fadliansyah dipastikan tak lolos lagi setelah dalam pileg lalu suaranya tak signifikan. Ia tak kecewa dengan kegagalan ini

Tayang:
Penulis: Samir | Editor: Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM-Salah satu petahana DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Fadliansyah, yang dipastikan tak lolos lagi setelah dalam pemilihan legislatif (Pileg) lalu.

Ia kalah dengan satu partai yaitu di Partai Golkar Dapil Babulu-Waru, Andi Iskandar Hamala.

Mantan pejabat Pemkab PPU ini, berhasil meraih suara terbanyak di Golkar, sementara Fadliansyah hanya mampu meraup suara 500.

Dihubungi, Sabtu (11/5/2019), Fadliansyah mengaku, memang dalam pileg lalu tak mengeluarkan uang untuk money politik. Padahal ia mengaku masih memiliki uang ratusan juta di rekeningnya.

"Saya tak keluarkan uang, padahal orang-orang saya menunggu sampai subuh. Karena tak berikan uang, makanya mereka beralih dukungan," katanya.

Meski tak terpilih lagi, Fadlianyah yang telah duduk di dua periode di DPRD PPU ini mengaku tak kecewa dan ikhlas menerima kekalahan ini. "Mungkin saya disuruh hijrah kali," ujarnya sembari tertawa.

Setelah tak lagi terpilih, ia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di Kota Balikpapan. Ia sedang mempersiapkan diri untuk purna tugas pada Agustus mendatang. "Saya lebih banyak di Balikpapan om dari pada di Penajam. Biasa persiapan purna tugas Agustus mendatang," akunya. (*)

Diisi Wajah Baru di DPRD PPU

Sementara itu, Rapat Pleno hasil rekapitulasi surat suara tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Pemilu 2019 telah selesai. Gambaran nama-nama calon anggota legislatif yang akan menduduki kursi DPRD juga mulai muncul ke permukaan.

Dari 25 nama yang keluar, terdapat 11 nama-nama baru hasil pilihan masyarakat PPU. Dari presentase yang hampir 50 persen.

Wakil Bupati PPU, Hamdam mengatakan, nama-nama baru tersebut tidak akan mempengaruhi jalannya roda pemerintahan di PPU.

"Yang jelas komunikasi antar kedua belah pihak terjalin. Tidak ada masalah, biasa saja," katanya, Selasa (7/5/2019).

Hamdam mengatakan, untuk membuat hubungan eksekutif dan legislatif harmonis, Hamdam kembali menekankan perlu komunikasi yang intensif.

"Kalau komunikasi kami harmonis, tentunya jika teman-teman dewan ingin membuka pintu komunikasi, saya pikir tidak ada masalah. Malah akan lebih bagus," imbuhnya.

Bupati, Wakil Bupati serta DPRD, kata Hamdam adalah penyelenggara pemerintahan Kabupaten PPU. Jalan terang masa depan kabupaten ada ditangan mereka semua.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved