Pemilu 2019
Mahasiswa Unibraw Asal Samarinda Lolos ke DPRD Kaltim, Ini Strategi Kampanye yang Dijalankan
Romadhony Putra Pratama, mahasiswa semester X Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Malang yang berhasil lolos duduk di DPRD Kaltim.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO - USIANYA masih terbilang sangat muda. Namun, pemuda asli Kota Samarinda ini sudah mantap membulatkan tekadnya mengabdi kepada masyarakat sebagai calon anggota legislatif.
Dialah, Romadhony Putra Pratama, mahasiswa semester X Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Malang yang berhasil lolos duduk di DPRD Kaltim.
PEMUDA pemuda kelahiran Samarinda, 13 Januari 1997 ini maju sebagai caleg DPRD Kaltim dari PDI Perjuangan Dapil Samarinda nomor urut 10. Doni -- sapaan akrabnya berhasil mendapatkan 11.299 suara, di bawah politisi senior PDIP, Ananda Emira Moies yang memperoleh 11.333 suara.
Ditemui di Cafe Satu Kata, Jl Basuki Rahmat, Samarinda, layaknya anak muda pada umumnya, Doni mengenakan setelan baju kaos dipadu celana jeans. Doni pun mulai menceritakan awal mula dirinya dapat terjun ke dunia politik, hingga berhasil lolos ke parlemen.
Berasal dari keluarga yang kental dengan partai berlogo banteng moncong putih, membuat Doni menentukan pilihan bergabung sejak 2015, bahkan hingga saat ini pemuda yang hobi olahraga tersebut menjabat sebagai Sekretaris PDIP PAC Samarinda Ilir.
Namun, keinginannya untuk terjun langsung ke politik praktis ini bukan karena ayahnya, yakni Ketua DPC PDIP Kota Samarinda, Siswadi. Doni merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Siswadi dan Rini Gustiana.
Siswadi sendiri yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda juga kembali berhasil lolos menjadi anggota dewan.
"Kalau politik, di kampus saya juga berpolitik, tapi tidak politik praktis, sejumlah organisasi kemahasiswaan saya terlibat aktif. Saya putuskan terjun langsung ke politik praktis, bukan karena Bapak, tapi kemauan saya sendiri," ucap Doni kepada Tribun.
"Bapak malah tidak pernah nawarin untuk gabung partai apalagi jadi caleg, bahkan kalau sedang di rumah, sangat jarang kami ngomongin soal politik, saya yang lebih sering nanya-nanya," tuturnya.
Lalu, 2018 dirinya membulatkan tekad menjadi caleg, kala itu ayahnya sempat terkejut dengan keputusan anaknya itu. Namun, berbekal keyakinan, serta ilmu yang telah didapatkannya, dirinya pun yakin dan mendapatkan restu dari ayahnya untuk maju sebagai caleg pada Pemilu 2019.
"Bapak sempat bilang, katanya tidak mudah, ada tanggung jawab yang besar. Tapi, akhirnya saya tetap maju, ngurus berkas sendirian, daftar ke DPD, terdaftar, hingga akhirnya dapat suara, yang insyAllah lolos sebagai anggota anggota dewan," terangnya.
Maju sebagai caleg, dirinya sadar masih sangat jauh dibandingankan caleg lainnya yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan. Bahkan, dirinya juga sering dianggap sebelah mata oleh pihak lainnya.
Doni pun tidak akan segan bertanya maupun belajar kepada politisi senior lainnya, termasuk kepada ayahnya yang dijadikan mentor olehnya.
Terpilihnya dirinya sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 merupakan angin segar di dunia perpolitikan Kaltim. Bahkan, menurutnya sebagai bentuk regenerasi, serta dapat menjadi pembeda.
"Saya sadar, masih anak kemarin sore, tentu saya akan belajar dengan yang berpengalaman, apalagi saya punya mentor sendiri, yakni Bapak saya sendiri. Ya, ini angin segar, sebagai bentuk regenerasi, dan anak muda bisa menjadi pembeda," ucap Doni yang memiliki impian menjadi kepala daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/romadhony-putra-pratama.jpg)