Telat Datang Gara-gara Banjir, Pasar Murah PDPAU Tetap Diserbu Warga Tenggarong
PDPAU menggelar pasar murah di Tenggarong dalam 2 hari terakhir. Bila hari pertama PDPAU hanya menjual bawang putih Rp 35 ribu/kg
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Mobil Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) Samarinda telat tiba di Tengggarong, Jumat (17/5/2019). Mereka telat karena terjebak banjir di Samarinda sehingga sampai di Tenggarong pukul 09.30.
PDPAU menggelar pasar murah di Tenggarong dalam 2 hari terakhir. Bila hari pertama PDPAU hanya menjual bawang putih Rp 35 ribu/kg, maka hari kedua ini mereka menambah item barang dagangan berupa minyak kemasan 1 liter dengan harga Rp 14 ribu.
Kendati sempat telat satu jam, pasar murah ini tetap diserbu warga, terutama ibu-ibu.
"Hari ini kami sudah siapkan bawang putih yang sudah ditakar isi setengah kilogram dan satu kilogram dalam bungkus plastik untuk memudahkan konsumen," kata Karina, Bagian Administrasi Umum PDPAU Samarinda.
Harga bawang putih setengah kilogram dibandrol Rp 17.500. Pada hari kedua atau hari terakhir, PDPAU membawa 15 sak bawang putih. Sedangkan pada hari pertama mereka membawa 10 sak dan satu sak berisi 20 kg.
Sedangkan minyak goreng menyiapkan 2 dos, satu dos berisi satu lusin minyak goreng kemasan 1 liter. "Minyak goreng kemasan 1 liter ini dijual murah Rp 14 ribu, sedangkan di pasaran harganya Rp 17 ribu/liter," tuturnya.
Sekadar diketahui, PDPAU milik Pemkot Samarinda menggelar operasi pasar di Jalan Akhmad Muksin, Kelurahan Timbau, depan Bakso Lapangan Tembak Senayan sejak Kamis (16/5/2019) kemarin.
Di tengah kondisi harga bawang putih yang melonjak, PDPAU menjual bawang putih murah Rp 35 ribu/kg atau Rp 650 ribu/sak. Pasar murah bawang putih ini langsung diserbu para ibu rumah tangga (IRT) yang kebetulan melintasi Jl Akhmad Muksin.
Karina mengemukakan, Tenggarong menjadi sasaran dalam pasar murah kali ini karena letaknya juga berdekatan dengan Samarinda.
Selain itu, lanjutnya, pasar murah ini digelar karena mendengar isu harga bawang putih yang melonjak hingga menyentuh angka Rp 100 ribu lebih/kg.
Sebelumnya, atas inisiatif Pemkot Samarinda, PDPAU menggelar operasi pasar di sejumlah kelurahan Samarinda sejak seminggu lalu.
"Sekarang ini ada lagi kita beli pribadi ke PDPAU-nya cuma ekspansi ke Tenggarong," ujarnya. Ia mengaku tak menyangka antusiasme warga Tenggarong begitu tinggi dalam pasar murah kali ini. Bawang putih ini baru datang 2 hari lalu dari Surabaya dikirim oleh rekanan PDPAU.
"Kami juga melayani warga yang beli sampai satu sak, maklum bawang putih ini termasuk barang yang cepat susut," kata Karina.
Sebagian warga Tenggarong memborong bawang putih di pasar murah. Mereka membeli bawang putih sebanyak 3 kg sampai 5 kg. "Ini hari terakhir kami menggelar pasar murah di Tenggarong, " ucapnya (*)
BACA JUGA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasar-murah-yang-digelar-pdpau-samarinda-di-tenggarong.jpg)