Rabu, 8 April 2026

Kota Samarinda Jauh Bencana Gempa, Ini Analisa BMKG Samarinda

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda mengungkapkan, Kota Tepian jauh dari gempa bumi.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/HO/BMKG
Peta Lokasi Gempa di Kabupaten Paser 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda mengungkapkan, Kota Tepian jauh dari gempa bumi.

Sebelumnya di wilayah Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim telah terjadi gempa berkekuatan 4 skalariter, namun gempa tersebut tidak terasa sampai ke Samarinda.

Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG) Temindung Samarinda, Juli Budi Kisworo menjelaskan, alasan mengapa getaran gempa di Kabupaten Paser tidak terasanya hingga ke Samarinda, karena  jarak lokasi gempa terpantau jauh.

"Gempa kemarin yang di Kabupaten Paser itu tidak terasa disini, 162 km apalagi kekuatan gempanya kan hanya 4 sekalariter, itu termasuk kecil.

Walaupun jarak empicentrenya dekat hanya 10 km, tapi karena kekuatannya hanya 4 skalariter jadi rambatannya tidak sampai di Samarinda.

"Jadi begini, daerah kita ini bukan daerah gempa. Dan lokasinya juga terlalu jauh jadi tidak terasakan oleh kita,"  papar Juli, Senin (20/5/2019)..

BMKG menyebutkan, di Indonesia sendiri terdapat 3 jenis lempengan yang lokasinya tidak mencapai Kalimantan Timur.

Pertemuan lempengan tersebut terdapat di beberapa titik, antara lain di daerah Aceh Barat, sampai ke Selatan Jawa, kemudian ketemu lagi di daerah Maluku, kemudian Filipina hingga ke Jepang.

"Untuk gempa di Indonesia sendiri kan jenisnya gempa tektonik, gempa yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng bumi. Nah lempeng bumi sendiri kan ada 3 jenis, seperti lempeng Australia, lempeng Asia dan ada lempeng Pasifik.

Jadi semua lempeng itu bertemu di Indonesia, dan pertemuam lempeng itu berada di daerah Aceh Barat, sampai ke Selatan Jawa, kemudian ketemu lagi di daerah Maluku, kemudian Filipina hingga ke Jepang. Nah Kalimantan itu jauh dari pertemuan lempeng itu, jadi kita relatif aman," jelasnya.

Namun BMKG tidak menampik bahwa  Kaltim juga dapat terjadi gempa, karena di Kaltim juga terdapat patahan lempengan bumi.

"Tapi tidak menutup kemungkinan Kalimantan bisa terjadi gempa, karena Kalimantan juga terdapat patahan lempeng bumi. Tapi tidak sekuat didaerah yang saya sebutkan tadi," sebutnya.

Kemudian Juli mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan gempa di Kalimantam Timur, salah satunya adalah proses ledakan tambang.

"Potensi dapat terjadinya gempa di Kalimantan sendiri, apabila ada  ledakan penambangan, kan biasanya tambang melakukan ledakan untuk proyek mereka, nah itu bisa jadi salah satu penyebabnya,"

Namun demikian,  dalam jangka panjang, proses ledakan dari tambang sifatnya lokal, dan dampaknya tidak terlalu signifikan sebagi pemici terjadinya gempa.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved