Pilpres 2019

Amien Rais Sebut 3 Orang Peserta Aksi 22 Mei Tertembak Peluru, Polisi Sangkal Pakai Peluru Tajam

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien RaiS menyebut Tiga peserta aksitertembak peluru

Amien Rais Sebut 3 Orang Peserta Aksi 22 Mei Tertembak Peluru, Polisi Sangkal Pakai Peluru Tajam
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Mantan Ketua Umum DPP PAN yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, dalam Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Gladag, Solo, Minggu (13/1/2019) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengaku sedih melihat jatuhnya korban tewas pada aksi 22 Mei yang digelar di Jakarta.

Dari keterangan Amien Rais, sebanyak tiga peserta aksi dinyatakan tewas pada aksi, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Tiga peserta aksi tersebut, menurut Amien, tertembak peluru dari anggota kepolisian yang mengamankan aksi 22 Mei.

Tampak ditemani sang menantu dan sejumlah relawan BPN Prabowo-Sandi.

Ia tampak mengenakan pakaian berwarna putih dengan kopiah putih.

Di tangan kanannya, Amien terlihat membawa sebuah peluru kecil.

Lewat sebuah video yang diunggah di Instagram @amienraisofficial, Amien pun meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk bertanggung jawab atas hal itu.

Ia menyebut pihak kepolisian telah bertindak ugal-ugalan.

"Saudara-saudaraku saya menangis, saya betul-betul sedih tapi juga marah," kata Amien.

"Bahwa polisi-polisi, saya kira yang berbau PKI telah menembak umat Islam secara ugal-ugalan," lanjutnya.

Amien pun berharap Kapolri bertanggung jawab atas insiden ini.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved