Kamis, 23 April 2026

Terpengaruh Aksi 22 Mei, Rupiah Sentuh Titik Terlemah Sejak 28 Desember 2018

Aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei mengoreksi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat.

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Seorang kasir BNI Syariah cabang Jakarta Pusat, tengah menghitung uang, Selasa (20/8/2013) 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei mengoreksi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat.

Ketegangan yang terjadi sejak Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) membuat nilai tukar rupiah terus tertekan.

Nilai tukar rupiah menyentuh level psikologis melewati angka Rp 14.500 per dollar Amerika serikat.

Kurs rupiah pada 22 Mei 2019 ini bahkan menjadi yang terlemah sejak 28 Desember 2018 yang ketika itu ditutup pada angka Rp 14.469 per dollar Amerika Serikat.

Melansir dari Kontan.co.id, Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (22/5/2019) pukul 10.23 WIB rupiah terkoreksi 0,22% di level Rp 14.512 per dollar AS.

Sejak pembukaan pasar rupiah sudah dibuka melemah di level Rp 14.488 per dollar AS, sementara kemarin mata uang Garuda ditutup melemah seharga Rp 14480 per dollar Amerika Serikat.

Rupiah bahkan menjadi mata uang terlemah ketiga di Asia pada penutupan hari ini.

Dikutip dari Kontan.co.id, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, situasi politik yang terjadi di dalam negeri membawa ketidakpastian, sehingga pasar merespon negatif.

“Kerusuhan sejak tadi malam, buat rupiah terkoreksi,” kata Faisyal kepada Kontan, Rabu (22/5/2019).

Faisyal memprediksi sampai dengan penutupan pasar hari ini mata uang Garuda bakal lanjut merosot karena situasi politik masih ada kemungkinan bisa tambah rusuh.

Sementara, sentimen eksternal pun masih menghantui rupiah. Faisyal mengatakan efek The Fed yang masih mempertahankan suku bunga di level 2,25%-2,5% ditambang harga minyak yang makin melambung akan menjadi batu lemparan dari luar negeri, sehingga rupiah lanjut nelangsa.

Terpengaruh Situasi Politik

Rupiah mencapai titik terendahnya sepanjang tahun ini, yakni di level Rp 14.500 per dollar AS. Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan situasi politik yang memanas sejak tadi malam buat mata uang Garuda loyo.

Melansir Kontan.co.id, berdasarkan data Bloomberg, Rabu (22/5) pukul 10.48 WIB rupiah terkoreksi 0,22% di level Rp 14.512 per dollar Amerika Serikat.

Sejak pembukaan pasar rupiah sudah dibuka melemah di level Rp 14.488 per dollar AS.

Sementara kemarin mata uang Garuda ditutup melemah seharga Rp 14480 per dollar AS.

Bahkan secara year to date (ytd) rupiah melemah 0,85% sejak awal.

Asal tahu saja, KPU kemarin melaporkan pasangan Capres dan Cawapres.

Disebutkan Jokowi-Maruf unggul atas Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 dengan perolehan suara 55,50 persen dari total suara sah sebanyak 154.257.601 suara.

Namun kabarnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak hasil rekapitulasi suara tersebut.

Kubu tersebut menilai Pilpres 2019 penuh dengan kecurangan sehingga legalitasnya dipertanyakan.

Makanya sejak kemarin malam sampai hari ini simpatisan Prabowo-Sandi melakukan unjuk rasa.

Bhima mengatakan resiko politik yang meningkat membuat persepsi investor menurun terhadap iklim investasi di Indonesia.

“Indikator jangka pendeknya terlihat dari kurs rupiah yang mengalami pelemahan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi pada sesi pembukaan hari ini, “ kata Bhima kepada Kontan, Rabu (22/5).

Rabu (22/5) pukul 10.53 WIB, IHSG terkoreksi 0,17% di level 5.941, indeks saham sudah melemah sejak pembukaan di level 5,948.

Bhima menyebutkan, investor khususnya asing masih lakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung.

Mata uang rupiah terus tertekan oleh dollar AS
Mata uang rupiah terus tertekan oleh dollar Amerika Serikat (NET)

Ia menambahkan gejolak politik yang memanas pasca pilpres juga berpengaruh terhadap outlook ekonomi sepanjang 2019.

Tren Foreign Direct Invesment (FDI) diperkirakan masih akan menurun tahun ini setelah di kuartal I 2019 hampir minus 1 persen.

Imbas dari rendahnya investasi membuat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan di bawah 5%.

“Ini kondisi yg harus diwaspadai sebab investasi dan ekspor adalah motor penggerak utama yang diharapkan selain konsumsi rumah tangga, ucap Bhima.

Sampai dengan tutup pasar, Bhima memprediksi rupiah bakal lanjut melorot di rentang harga Rp 14.500-Rp 14.580 per dollar AS. Sejalan, ia meramal IHSG pun turun tipis di level 5.900-5.930 sampai akhir perdagangan hari ini.

Kronologis Aksi Kerusuhan 22 Mei

Melansir dari Tribunnews.com aksi 22 Mei, yang menolak hasil Pilpres 2019 berakhir ricuh.

Diketahui, aksi bermula Selasa (21/5/2019) sore di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu, atau Bawaslu RI.

Semula, aksi di depan Kantor Bawaslu ini berjalan damai.

Demonstran sempat berbuka puasa di jalan, bahkan menjalankan ibadah Solat Magrib dan Tarawih.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menyampaikan kronologis bagaimana kerusuhan terjadi.

Bermula di depan Kantor Bawaslu, hingga melebar ke sejumlah wilayah seperti Petamburan, Jakarta Barat. 

Ia mengatakan aksi unjuk rasa massa demonstran awalnya berjalan kooperatif dan damai.

Kepolisian pun memberikan kompensasi untuk agar massa dapat melakukan Salat Maghrib, Isya hingga Tarawih. 

Puluhan massa berkumpul di tengah jalan antara Blok C dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5/2019) sekira pukul 11.00 WIB
Puluhan massa berkumpul di tengah jalan antara Blok C dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5/2019) sekira pukul 11.00 WIB (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)
Walau dalam UU batas waktu pukul 18.00 WIB.
Alhamdulilah pada saat itu juga anggota kami melakukan ibadah tanpa sekat.
Setelah tarawih, sekira pukul 21.00 WIB Kapolres Jakpus mengimbau kepada massa aksi untuk membubarkan diri," ujar Iqbal, di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). 

Hal itu dituruti oleh koordinator aksi lapangan yang dengan kooperatif membubarkan diri dan meminta massa pulang ke rumah masing-masing. 

Petugas kepolisian terlibat bentrok dengan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas kepolisian terlibat bentrok dengan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Namun, sekira pukul 23.00 WIB, Iqbal mengatakan ada massa yang berulah anarkis dan provokatif.

Mereka disebut berusaha merusak barrier dan memprovokasi petugas di lapangan. 

Kondisi Jakarta hari ini aksi 22 Mei, tiga titik jadi sorotan, massa bentrok
Kondisi Jakarta hari ini aksi 22 Mei, tiga titik jadi sorotan, massa bentrok (Kolase Tribunnews.com)

Bahkan mereka menyerang petugas dengan melempar batu, bom molotov hingga petasan berukuran besar.

Polisi sendiri terus mengimbau agar massa itu membubarkan diri. 

"Kami terus mengimbau hingga pukul 03.00 WIB dan karena tidak kunjung kooperatif.

Terpaksa kita dorong massa yang sangat brutal tersebut.

Publik juga sudah bisa melihat.

Kami mengimbau segera pulang karena itulah imbauan polisi sesuai SOP," ucapnya. 

Seratusan Personel Brimob Tiba di Petamburan, Jakarta, Rabu, (22/5/2019)
Seratusan Personel Brimob Tiba di Petamburan, Jakarta, Rabu, (22/5/2019) (Tribunnews.com/ Taufik Ismail)
Dan ada menuju Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat.

Jenderal bintang dua tersebut mengatakan ada 200 massa di Jl KS Tubun yang tengah beraksi pada pukul 03.00 WIB. 

"Dari beberapa peristiwa tersebut berbagai data sudah kami dapat.

Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mayoritas dari luar Jakarta, dari Jawa Barat, Banten dan ada dari Jateng," tukasnya.

Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari.
Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. ((Tribunnews/Irwan Rismawan))

FPI Bantu Polisi

Berita terkini, tokoh masyarakat di Petamburan yang juga ulama FPI ikut membantu pihak kepolisian menghalau kerusuhan demo 22 Mei 2019 di Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi bersama dengan sejumlah aparat kepolisian tampak bertemu dan berbincang dengan Habib Muksin, Panglima FPI Jakarta di lokasi kerusuhan.

Seusai perbincangan, keduanya kompak menjelaskan pada media bahwa aksi kerusuhan merupakan ulah pihak ketiga yang berasal dari luar Jakarta.

"Ini dilakukan oleh pihak ketiga yang memang sengaja ingin membuat kekacauan," ujar Habib Muksin, saat memberikan keterangan bersama sejumlah pihak kepolisian dari Metro Jakarta Barat.

"Kami berkoordinasi dengan beliau (Habib Muksin). Sebagian besar dan ada beberapa yang kita amankan ini dari luar daerah," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.

"Apakah itu Tasik, apakah itu Majalengka, apakah itu Banten, dan lain sebagainya. Ini dari luar daerah dan tak dikenali masyarakat," papar dia.

Hengki juga menjelaskan bahwa pihaknya dan para imam FPI berjuang bersama memisahkan massa rusuh yang berasal dari luar ini agar tak terus terjadi bentrokan.

"Kami bersama-bersama imam FPI berusaha untuk memisahkan itu," jelas dia.

Saat memaparkan kronologi singkat terkait kerusuhan yang terjadi, Hengki menyebutkan bahwa kerusuhan ini berawal dari adanya sekelompok massa yang melempari kendaraan patroli polisi.

Saat itu pihak kepolisian pun langsung mendatangkan pasukan.

Namun, hal tersebut justru mendatangkan perlawanan yang semakin besar dari massa hingga kemudian memunculkan kerusuhan.

Hengki menegaskan, pihaknya akan memeriksa massa yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

"Kami juga akan memeriksa mereka yang sudah kami amankan, kira-kira siapa mereka yang datang ke Jakarta ini," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 berujung anarkis, Rabu (22/5/2019) pagi.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 di depan kantor Bawaslu RI berlangsung tertib pada Selasa malam.

Sebagian besar massa sudah membubarkan diri pukul 20.00. Namun, masih masih ada massa yang menolak membubarkan diri.

Awalnya, mereka berusaha merusak pagar besi di Gedung Bawaslu sekitar pukul 22.00.

Polisi pun bergerak membubarkan paksa.

Massa berlarian ke arah Tanah Abang, sebagian lagi ke arah Gondangdia dan terkonsentrasi di Jalan Agus Salim.

Massa kemudian melempar batu hingga petasan ke arah polisi.

Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata kepada kerumunan massa.

Dilaporkan Kompas TV, Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, dibakar massa, pada Rabu (22/5/2019) pagi. 

Massa yang dipukul mundur dari Tanah Abang bergerak ke Asrama Brimob dan melakukan pengrusakan. 

Selain itu, massa juga membakar kendaraan polisi yang terparkir di sana.

Kaca asrama Brimob terlihat pecah. Polisi berupaya memadamkan api dengan water canon. 

Situasi sekitar Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat sudah berangsur kondusif pada Rabu (22/5/2019) hingga pukul 07.30.

Massa sudah tidak terlihat melempari batu maupun bom molotov ke arah polisi.

Selain itu, petugas kebersihan terlihat mulai membersihkan puing-puing pasca pembakaran di sepanjang jalan, terutama di Jalan KS Tubun III yang juga menjadi tempat pembakaran belasan mobil polisi.

Kendati demikian, puluhan polisi masih berjaga untuk mengantisipasi serangan mendadak dari massa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sedang mengidentifikasi asal massa.

"Ini sedang dilakukan penyelidikan apakah massa berasal dari Jakarta atau luar Jakarta," kata Argo, Rabu pagi.

Berikut kumpulan video kronologi aksi unjuk rassa yang berujung anarkis. (*)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Pilot Jepang Ungkap Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH-370, Ada Hal Yang Disembunyikan

Divonis Sulit Punya Anak, Ustaz Solmed Pernah Diminta Menikah Lagi, Simak Pengakuan April Jasmine

BERITA terkini: Wapres Jusuf Kalla Buka Suara Terkait Demo 22 Mei 2019, 'Tak Mengubah Hasil Pemilu'

KABAR TERKINI Demonstran Tinggalkan Lokasi Perempatan Sarinah Jakarta, Beri Salam Polri dan TNI

Pemerintah Rilis Daftar Tiga Kelompok Dibalik Kerusuhan 22 Mei Jakarta, Incar Tembak Pejabat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved