Rabu, 29 April 2026

Ramadhan 2019

VIDEO Sidak Pemkot Samarinda ke Gudang Makanan dan Retail, Ini yang Disoroti Ketua MUI Samarinda

Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

TRIBUNKALTIM.COSAMARINDA - Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Ada 3 hal yang ia soroti, mulai dari susu kedaluwarsa, tenant makanan tak tertutup tirai selama puasa, dan sertifikat ayam halal dari luar kota yang belum memperoleh izin serupa dari jajarannya.

Memasuki gudang penyimpanan makanan kemasan di komplek pergudangan Jalan Ir Sutami, Zaini, terperangah dengan tumpukan minuman kental manis yang sudah kedaluwarsa.

Ratusan kaleng susu dalam puluhan tumpukan kardus itu masih tersusun rapi membaur dengan kardus makanan lain yang siap jual.

Meski  ada tulisan berapa jumlah kaleng minuman yang siap dimusnahkan yang ditulis di atas kertas oleh pengelola, Zaini masih merasa tak puas.

Sebab, menurut aturan, seharusnya, makanan kedaluwarsa itu ditempatkan di lokasi terpisah dengan makanan lain yang masih layak, agar tak tercampur.

"Mestinya, masuk di tempat yang ada kerangkeng.

Ada karantina khusus," kata Zaini di depan tumpukan kaleng minuman yang sudah bocor dan berkarat.

Zaini menilai, dengan diletakkan di tempat khusus sebelum dimusnahkan, makanan kedaluwarsa itu, tak akan tercampur sehingga tak beredar kembali ke masyarakat.

Mendengar keluhan Zaini, seorang pengelola gudang buru-buru menjelaskan minuman kaleng itu, diambil petugas penjual dari toko-toko rekanan sebelum batas waktu kedaluwarsa.

"Dua bulan sebelum jatuh tempo sudah kami tarik.

Setelah itu, kami  buat persetujuan pemusnahan," kata seorang laki-laki pengelola gudang itu.

Rupanya tensi Zaini belum mereda.

Baru masuk di depan pintu retail Hypermart di Bigmall Plaza, ia mendapati ada pedagang sosis bakar yang tidak menutup sebagian kaca pajang makanan dari publik yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Padahal, di beberapa retail makanan lain ditutup kain.

Aroma sosis dan roti bakar yang semerbak dan tak ditutup, dikhawatirkan Zaini bisa menggoda ibadah orang berpuasa.

Pria yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda ini, hampir saja memarahi penjaga tenant.

Ia meminta dipasang kain penutup makanan.

"Kalau piring ini saya balik gimana," kata Zaini melotot sambil memegang piring berisi sosis bakar di hadapan penjaga gerai yang hanya bisa terdiam.

Beralih ke gerai penjualan ayam dan daging. Zaini mengomentari ayam potong yang sudah bersih terbungkus dalam wadah styrofoam.

Yang Zaini pertanyakan, mengapa ayam yang didatangkan dari Jawa Barat dan sudah mengantongi sertifikat halal MUI Jawa Barat itu, tak dilengkapi dengan sertifikat serupa dari MUI Samarinda.

Selain pertanyakan mengapa tak mengambil produk ayam potong dari peternak lokal Samarinda, Zaini mengatakan, jika ayam itu dipotong di Jawa Barat dan hanya mengantongi sertifikat halal dari daerah asal, tanpa dilengkapi sertifikat serupa di Samarinda, ia khawatir bagaimana mekanisme kontrol kehalalan di Kota Tepian sebagai tempat penjualan.

 Zaini mengatakan, jika ada barang import atau dari daerah lain, harus kantongi sertifikasi halal dari daerah asal dan kota penjualan.

"Misal disertifikasi MUI pusat, di provinsi dan kota ada juga," katanya.

Meski begitu, ia apresiasi dengan barang-barang yang dijual di Hypermart, karena barang dan harga yang ditawarkan dinilai bagus dengan harga bersaing.

Menanggapi soal itu, Manajer Toko Hypermart, Agung Prasetyo menjelaskan, alasan mendatangkan ayam potong dari Jawa Barat, karena ayam potong lokal belum siap memenuhi kriteria yang ditetapkan Hypermart dan disurvei oleh pedagang, lembaga sertifikasi dan pemasok.

Mulai dari ukuran berat, cara potong sampai kesehatan.

"Ini (mengambil pasokan ayam dari Jabar) jalan terbaik bagi kami.

Ke depan, kami minta fasilitasi Pemkot, minta carikan penyalur yang sesuai standard," kata Agung.

Mengenai permintaan tenant makanan yang ditutup ia mengaku selama ini makanan yang dipajang tak ditutup kain.

Calon pembeli yang ingin makan, dipersilahkan makan di tempat bertutup kain.

"Kalau minta ditutup, ditutup saja," katanya.

Asisten II Bidang Ekonomi, Pemkot Samarinda, Endang Liansyah yang pimpin rombongan sidak sembako jelang hari besar keagamaan menjelaskan, sejauh ini, harga sembako terpantau stabil.

Sidak dari pagi hingga siang, menyasar sembako di Pasar Pagi, kecukupan BBM di SPBU Teluk Lerong, gudang logistik Bulog Sub Divre Samarinda dengan 6 ribu ton beras yang cukup untuk 5 bulan ke depan, gudang makanan kemasan dan Hypermart.

"Semua normal, kecuali di gudang Indomarco yang ada barang kedaluwarsa (belum dimusnahkan).

Sisanya barang bagus-bagus," tandasnya.

(*)

Subscribe official YouTube Channel



BACA JUGA:


TERPOPULER: Sikap Tegas Al El & Dul Jaelani pada Mulan Jameela, Bela Maia Estianty?


Media Sosial dan Whatsapp Sudah Normal, Begini Cara Hilangkan Dampak Buruk VPN Pada Ponsel


Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 2019, dalam Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa


Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Cuitan Kerusuhan 22 Mei, Apakah Isinya?


Dua Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Kompak, Sebut Hasil Pilpres 2019 Bisa Diubah, Prabowo Bisa Menang

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved