Pilpres 2019
Pengamat Ungkap Motif Eksekutor Penembakan Incar Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan Gories Mere
Pengamat LIPI Muhamad Haripin ungkap alasan diincarnya Luhut, Wiranto, Budi Gunawan dan Gories Mere jadi target penembakan 22 Mei
Sementara, Muhamad Haripin, juga menyorot pertikaian-pertikaian yang terjadi antara Wiranto dan Kivlan Zen, purnawirawan pendukung Prabowo, yang kini ditetapkan sebagai tersangka makar.
Baik kubu Jokowi dan Prabowo sama-sama didukung sejumlah purnawirawan.
Menurut Iqbal, pada 14 Maret 2019, tersangka HK menerima uang Rp150 juta, dan TJ mendapat bagian uang sebesar Rp25 juta Rupiah dari seseorang - yang identitasnya sudah dikantongi oleh kepolisian.
Selain Luhut dan Wiranto, Jokowi didukung purnawirawan lain, seperti Moeldoko.
Sementara, kubu Prabowo didukung Jenderal (Purn) Djoko Santoso hingga Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijatno.
Ia menyebut keberadaan purnawirawan di kedua kubu masih sangat berpengaruh.
Meski bukan lagi prajurit, Muhamad Haripin mengatakan masih banyak purnawirawan yang menduduki posisi strategis baik di pemerintahan atau perusahaan.
Latar belakang mereka sebagai prajurit di orde baru, tambah Haripin, membuat para purnawan itu tetap ingin berperan dalam pemerintahan.
"Di satu sisi ada kepentingan politik, di sisi lain, kalau kita mau agak positif, mereka mempunyai romantisme ideologi masa lalu, terkait dwifungsi ABRI" kata Muhamad Haripin.
Sementara, pengamat intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan dia tidak melihat kasus ini terkait dengan pertentangan antar satuan.
"Saya lihat ini kelompok sakit hati, yang tidak suka Jokowi, dan menyasar orang-orang dekatnya Pak Jokowi," katanya.

Tito Karnavian juga menyebut seorang pimpinan lembaga survei juga menjadi sasaran penembakan dan pembunuhan, 22 Mei lalu.
"Dasar kami sementara ini hanya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ya.
Berita acara itu resmi. Pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap.
Jadi bukan berdasar informasi intelijen, beda," kata Tito dalam konferensi pers di kantor Menko Polhukam (28/05).