Selasa, 7 April 2026

Listrik Konsleting, Hendak Selamatkan Barang Berharga, Ayem Meninggal Terbakar

Satu warga korban kebakaran di Jalan Sukorejo, RT 39, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, meninggal dunia.

TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
TERBAKAR - Korban kebakaran meninggal dunia akibat luka bakar digotong oleh warga dan keluarga hendak dikebumikan, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satu warga korban kebakaran di Jalan Sukorejo, RT 39, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, meninggal dunia.

Korban bernama Ayem (51), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie selama satu hari satu malam.

Korban tidak dapat terselamatkan setelah menderita luka bakar sekitar 86 persen, dan sekitar pukul 12.40 Wita, Jumat (31/5) siang tadi korban diketahui telah menghembuskan nafas terakhir.

Korban sejatinya telah selamat saat si jago merah menghanguskan bangunan tempat tinggalnya.

TERBAKAR - Korban kebakaran meninggal dunia akibat luka bakar digotong oleh warga dan keluarga hendak dikebumikan, Jumat (31/5/2019).
TERBAKAR - Korban kebakaran meninggal dunia akibat luka bakar digotong oleh warga dan keluarga hendak dikebumikan, Jumat (31/5/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Namun, korban kembali masuk ke dalam rumah guna menyelamatkan sejumlah barang berharganya.

Hal itulah yang membuat korban terbakar.

"Sudah keluar, tapi masuk lagi. Kami tidak tahu kalau dia (korban) masuk lagi, kita panik juga karena kebakaran itu," ucap Nurodin (47), adik ipar korban, Jumat (31/5/2019).

Dirinya baru sadar kalau kakak iparnya masuk ke rumah kembali, saat kakaknya tersebut keluar dari rumah dengan kondisi sudah terbakar.

Hampir seluruh pakaian yang digunakan korban habis terbakar.

"Pakaianya terbakar, tapi dia masih kuat untuk lari keluar rumah.

Apa yang diambil kita tidak tahu persis, tapi ada barang berharga yang mau diambilnya," imbuhnya.

Lanjut Nurodin menjelaskan, dirinya meyakini api membesar dan menghanguskan bangunan rumah diakibatkan karena korsleting listrik dari bagian depan rumah Kholil, yang juga keluarganya.

"Kami yakinnya korslet dari depan rumah.

Sekitar 15 menit 3 rumah sudah habis terbakar, baru setelah itu pemadam mulai berdatangan, kalau pemadam tidak cepat bisa habis bangunan yang lain," tuturnya.

Sehari-hari korban bekerja sebagai petani yang memiliki dua orang anak, dan seorang suami yang juga mengalami sakit.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved