Festival Ramadhan Ceria Ditutup dengan Fun Match Free Fire dan Lomba Akustik Religi, Wadah Kreasi
Festival Ramadhan Ceria, pertandingan persahabatan atau Fun Match permainan gawai daring atau mobile game online Free Fire di Samarinda.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Di malam terakhir gelaran Festival Ramadhan Ceria, pertandingan persahabatan atau Fun Match permainan gawai daring atau mobile game online Free Fire dilangsungkan, pada Sabtu (1/6) di Mahakam Lampion Garden, Samarinda.
Dengan menggandeng Indonesia Esports Association (IESPA) Kaltim, fun match mobile game online bergenre battle royale tersebut, diikuti oleh puluhan gamers dari berbagai wilayah di Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangatta hingga Berau.
Azzahra, selaku panitia acara Festival Ramadhan Ceria mengatakan, fun match Free Fire tersebut diselenggarakan dengan menggandeng Komunitas Free Fire Indonesia Regional Kaltim.
"Kemarin kita juga sudah lakukan gathering gamers Kaltim. Ternyata Komunitas Free Fire Indonesia Kaltim ini sangat bersemangat untuk ikut berpartisipasi bermain bersama pada acara festival ini," ujarnya.
Pada fun match Free Fire tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta dari Komunitas Free Fire Indonesia Regional Kaltim, yang terbagi dalam 15 tim dengan mode permainan duo team.
Sementara itu, Risma Maulidzah Nur, Officer Komunitas Free Fire Indonesia Regional Kaltim, mengatakan kegiatan fun match game mobile tersebut juga sekaligus menjadi ajang perkenalan komunitas kepada pengunjung Festival Ramadhan Ceria dan Mahakam Lampion Garden.
Dengan mengikuti fun match dalam rangkaian Festival Ramadhan Ceria tersebut, Risma mengatakan agar anggota komunitas mereka dapat mengasah skill bermain game Free Fire tersebut, dan dapat dilirik oleh tim Esport, baik nasional maupun internasional.
"Anggota kami, Free Fire player kemarin sudah ada yang ditarik untuk ikut tim Esport di Kaltim. Kedepannya kami berharap akan ada dari tim kami yang lainnya yang juga dilirik oleh tim Esports lainnya, baik di level nasional maupun internasional," harapnya.
Pada hari terakhir ini, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi dijadwalkan hadir. Namun, Rara mengatakan karena berbenturan dengan jadwalnya untuk keluar kota, Hadi Mulyadi tidak dapat menghadiri hari terakhir gelaran Festival Ramadhan Ceria kali ini. "Tetapi beliau (Hadi Mulyadi) men-support kegiatan ini," tutur Rara.
Selain itu, diantara gelaran fun match Free Fire, perlombaan akustik religi juga digelar di Mahakam Lampion Garden dan menjadi salah satu rangkaian acara penutup dari Festival Ramadhan Ceria.
Lomba akustik religi yang diikuti oleh 9 tim dari Samarinda, yang terdiri dari pelajar maupun umum, membawakan 2 lagu religi dengan satu lagu wajib yang ditentukan oleh pihak penyelenggara dan satu lagu bebas yang dipilih oleh tim.
Tujuan diselenggarakannya lomba akustik religi ini, dikatakan oleh Azzahra, untuk menguji kreativitas musisi untuk mengaransemen lagu religi sebaik mungkin dari lagu-lagu yang dibawakannya, dengan tetap memperhatikan harmonisasi sebagai tolak ukur penilaian lomba.
"Agar kreativitas teman-teman musisi dapat menumbuhkan semangat mereka dalam berkompetisi melalu jalur musiknya, karena seperti yang kita ketahui, lomba musi seperti ini sudah mulai jarang digelar. Jadi kami mencoba untuk memberikan ruang untuk teman-teman musisi terutama bagi musisi baru agar harapannya dapat menelurkan musisi baru yang berbakat," ujar Rara, sapaan akrab Azzahra.
Pada hari terakhir gelaran Festival Ramadhan Ceria ini sekaligus menandai berakhirnya kegiatan tersebut, Azzahra pun berharap, kegiatan ini tidak hanya terjadi kali ini saja, namun dapat menjadi agenda tahunan.
"Saya harap tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan serupa, insya Allah, dengan konsep yang lebih matang, karena kita berharao bahwa kegiatanseperti ini bukan hanya terjadi musiman, tetapi dapat terus berlangsung annual (tahunan) dan menjadi sesuatu yang ditunggu oleh para peserta dan dapat merangkul semua kalangan," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ganmers.jpg)