Mudik Lebaran 2019
Antisipasi Calo Tiket, Aparat Keamanan Mulai Perketat Antrean di Loket Tiket
Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI juga ikut serta dalam menjaga dan mengawasi sistem pembelian tiket kapal feri jurusan Balikpapan-Mamuju
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
Sementara itu, Korsatpel Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, sistem pembelian tiket dilakukan dengan cara komputerisasi serta penumpang membeli tiket melalui nomor antrean, dan satu antrean tersebut dapat mewakili lima penumpang.
"Jadi cukup satu orang saja yang membeli untuk mewakili lima orang," ujarnya.
Saat ditanyakan adanya potensi calo yang dapat memanfaatkan sistem nomor antrean tersebut, dirinya menegaskan hingga saat ini belum ada aduan atau tangkapan adanya calo atau joki yang ikut menggunakan nomor antrean tersebut.
Tapi diakuinya, dirinya cukup kesulitan dalam membedakan mana calo dan mana yang benar-benar penumpang.
Namun, dirinya meyakini bahwa tiket yang dijual telah sesuai dengan daftar identitas penumpang yang membeli, karena dengan sistem komputerisasi tersebut, data penumpang harus terinput.
"Beli tiketnya kan sistem input, jadi tiket yang diberikan sesuai dengan data yang diberikan penumpang. Kalau membedakan mana calo atau penumpang biasa itu sulit," terangnya.
Dirinya sempat mendapatkan informasi adanya oknum yang mencoba menawarkan jasa tiket kepada penumpang dengan harga yang dua kali lipat dari harga resmi yakni Rp 155 ribu per orang.
Namun ia telah antisipasi dengan menempatkan petugas dari kepolisian dan TNI di loket pembelian tiket guna mengantisipasi calo bertebaran.
"Ada sih kita dengar oknum yang menawarkan jasa kepada penumpang agar mendapatkan tiket dengan mudah, tapi harganya dinaikkan sampai dua kali lipat.
Untungnya belum ada kami dapati kasus tersebut dan kita juga minta aparat untuk bantu mengawasi jalannya penjualan tiket ke penumpang," jelasnya.
Ia juga menegaskan, penumpang harus membeli tiket di loket resmi yang telah disediakan, jangan melalui oknum luar yang bukan petugas loket.
"Kalau adanya calo itu karena pengguna jasanya mau. Kalau pengguna jasanya nggak mau, nggak ada itu yang namanya calo," ujarnya. (*)
Besok Satu Tambahan Kapal dari Surabaya
KMP. Laskar Pelangi akhirnya berangkat dari Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan menuju Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan mengangkut sekitar 500 penumpang. Kapal tersebut berangkat sekira pukul 17.00 Wita. Minggu (2/6/2019).
Diketahui, jumlah tiket kapal feri Mamuju yang di jual di loket tersebut dibatasi sebanyak 500 tiket sekali keberangkatan.
