Selasa, 21 April 2026

Rusa Ini Diberi Makan Menolak Kemudian Mati, Perutnya Dibedah Berisi 3,2 Kg Sampah Plastik

Ada Rusa di Taman Nara, Jepang setiap diberi makan menolak lalu mati. Perutnya dibedah ternyata ada sampah plastik. Ini rusa makan sampah plastik.

Editor: Budi Susilo
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
ILUSTRASI - Penangkaran rusa di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nah kini ada Rusa di Taman Nara, di Jepang, setiap diberi makan menolak lalu mati. Perutnya dibedah ternyata ada sampah plastik. Ini rusa makan sampah plastik. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejauh ini keberadaan sampah plastik menjadi persoalan utama masyarakat kini. Seringkali mudah temukan sampah plastik

Keberadaan sampah plastik tidak terlepas dari gaya hidup sebagian manusia yang masih gunakan bahan-bahan plastik kemudian timbul sampah plastik

Seperti di Indonesia pun sampah plastik jadi momok yang menakutkan, cemaran sampah plastik tidak hanya didaratan tetapi juga sampai jangkau ke Laut

Persoalan sampah plastik tidak ada habisnya, selalu saja jadi bahan perbincangan masyarakat dunia, atasi sampah plastik sampai sekarang pun belum ada solusi yang bisa basmi sampah plastik secara sempurna. 

Nah, sampah plastik ini pun baru-baru juga membuat kabar yang menggemparkan. 

Keberadaan sampah plastik mengganggu ekosistem lainnya, sampah plastik merusak habitat lainnya, satu halnya sampah plastik ini berdampak pada lingkungan rusa yang ada di negara Jepang

Selama ini kita banyak menyoroti kasus hewan laut yang mati dengan perut dipenuhi sampah plastik.

Sudah banyak hiu, paus, penyu, dan ikan laut lain yang menjadi korban sampah plastik.

Fenomena miris korban sampah plastik ini ternyata tak hanya dialami hewan Laut.

Beberapa waktu lalu, rusa yang tinggal di Taman Nara Jepang ditemukan mati dan mengandung 3,2 kilogram sampah plastik.

Pada bulan Maret, asosiasi kesejahteraan Rusa Nara mengamati seekor rusa yang tampak sakit berkeliaran di dekat kuil Todaiji di Taman Nara. Menelan dan perutnya mencerna sampah plastik

Menurut laporan media lokal Sora News, dokter hewan telah mencoba membuat rusa tersebut mau makan, tapi dia selalu menolak makan dan ditemukan mati keesokan harinya.

Otopsi yang dilakukan 27 Maret menunjukkan ada tumpukan sampah plastik seberat 3,2 kilogram di perut rusa tersebut.

"Kami kadang menemukan sampah plastik di perut rusa, tapi tidak pernah sebanyak ini (3,2 kilogram)," ujar Rie Maruko, dokter hewan yang bertanggung jawab atas otopsi.

Melansir Business Insider, Kamis (30/5/2019), rusa merupakan hewan pemamah biak dan mencerna makanannya dalam dua tahap.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved