Lebaran 2019
VIDEO - Warga Tabang Terhalang Banjir Pergi Sholat Ied, Ditolong Perahu Warga Non Muslim, Gratis!
Gara-gara ada genangan banjir, Warga Muara Ritan Tabang Naik perahu ke Masjid. Inilah kisah warga desa di Kecamatan Tabang, Kab Kutai Kartanegara.
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Hari ini kaum Muslim merayakan hari raya Idul Fitri, Lebaran 2019, Rabu (5/6/2019).
Kaum Muslim termasuk yang ada di Kalimantan Timur pun langsungkan ibadah Sholat Ied di pagi hari tadi.
Momen Lebaran 2019 adalah kebahagiaan bagi kaum Muslim. Meski ada bencana banjir melanda pun tak gentar tetap rayakan Lebaran 2019 dengan mengawali aktivitas dengan tunaikan ibadah Sholat Ied.
Tapi kondisi sangat berbeda di Kutai Kartanegara, beberapa desa dilanda banjir saat pas akan laksanakan Sholat Ied.
Hujan deras di kawasan hulu Mahakam membuat beberapa desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ), Kalimantan Timur, terendam banjir, seperti Desa Sidomulyo, Kampung Baru, Muara Pedohon dan Muara Ritan.
Gara-gara ada genangan banjir, Warga Muara Ritan Tabang Naik perahu ke Masjid
Warga muslim di Muara Ritan menggunakan perahu untuk melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahmah.
"Kalau pagi tadi ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Tapi siang ini sudah turun sebetis," kata Yenny, warga Muara Ritan RT 2 dihubungi Tribunkaltim. co, Rabu (5/6/2019).
Kendati demikian, banjir tidak sampai masuk ke rumahnya.
"Kurang sejengkal lagi masuk dalam rumah, tapi beberapa rumah warga ada yang sudah terendam lantai rumahnya," ujarnya.
Banjir merendam Muara Ritan sejak kemarin sore akibat hujan deras.
"Menariknya, tadi ada warga non Muslim yang ikut membantu kami mengemudikan perahu secara gratis. Mereka mau mengantarkan kami ke masjid," tutur Yenny.
Camat Tabang Daleq mengemukakan, banjir yang terjadi di Tabang menjadi siklus musiman yang terjadi tiap tahun.
Bahkan, lanjut Daleq, Lapangan Bola sebagai Arena Utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Desa Sidomulyo yang sedang dalam pengerjaan tenggelam total.
Seperti diketahui, Tabang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-41 tingkat Kabupaten Kukar yang digelar Agustus mendatang.
"Kami khawatir kegiatan MTQ dengan kondisi banjir ini, apalagi persiapan pembangunan infrastruktur pasti terganggu, lapangan utama dengan kondisi banjir seperti sekarang otomatis stop total, takutnya ini berlarut-larut (banjir) sedangkan waktu terbatas, pelaksanaan MTQ pada awal Agustus depan, jadi efektifnya tinggal sebulan, sedangkan pekerjaan lapangan hampir 50 persen," ujar Daleq.
Dalam beberapa bulan ini, warga secara swadaya bergotong-royong melakukan pengurukan lapangan dan membersihkan jalan.
Warga gotong-royong tiap minggu dalam beberapa bulan ini.
Kemarin, Selasa (4/6/2019), ketinggian air di Desa Sidomulyo mencapai paha orang dewasa. Bahkan halaman Kantor Polsek Tabang di Desa Sidomulyo ikut terendam banjir.
Paling parah, banjir terjadi di Desa Sidomulyo dan Kampung Baru.
Beberapa rumah warga terendam banjir, namun warga masih bertahan di rumah mereka.
Selain hujan deras yang terjadi di daerah hulu, banjir ini diakibatkan air Sungai Belayan meluap.
"Tapi hari ini banjir sudah mulai turun," ucapnya.
Di tempat terpisah, hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Balikpapan membuat sejumlah rumah warga dan beberapa ruas jalan raya di wilayah Kota Balikpapan sempat terendam banjir bahkan di beberapa kelurahan terjadi tanah longsor.
Tak hanya mengakibatkan kerugian material, banjir tersebut juga menggangu aktivitas masyarajat.
Walikota Balikpapan melalui sambutnya di hadapan ribuan masyarakat Kota Balikpapan yang melaksanakan ibadah shalat Ied di lapangan merdeka, Jalan jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, Kalimatan Timur menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa banjir yang kerap menghantui warga kota Balikpapan.
"Saya pribadi dan atas nama pemerintah kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf karena beberapa hari belakangan ini kota kita kota Balikpapan dilanda banjir dan tanah longsor," katanya
Dikethahi sebelumya kota Balikpapan diguyur hujan selama dua hari berturut-turut dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan banjir mulai dari beberapa ruas jalan di kawasan jalan Beler, Balikpapan Tengah, dan kawasan Kariangau Balikpapan Utara digenangi banjir dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa.
Tak hanya itu beberapa titik juga terjadi tanah longsor seperti di RT 19, Kelurahan Gunung Sari Ulu kecamatan Balikpapan Kota.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Walikota Rizal Effendi juga berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan evakuasi penanganan kasus banjir di kota Balikpapan.
"Dalam waktu dekat kami akan segera melakukan evaluasi dan penyesuaian kinerja untuk mengatasi persoalan banjir di kota Balikpapan," pungkasnya
Rencana Pemkot Balikpapan untuk mengatasi persoalan banjir tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah pihak dan diharapkan tidak hanya menjadi wacana belaka.
(*)
Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim
Jadwal Lokasi Sholat Idul Fitri 1440 H, Agenda Walikota Samarinda Sampai Open House Lebaran 2019
Ivan Kolev Mundur dari Persija, Ini Deretan Pelatih yang Out di Awal Musim Liga 1 2019
Tiada Disangka, Malam Takbiran Lebaran 2019, Mess Perusahaan Tambang di Samarinda Ini Terbakar
Begini Keistimewaan Shalat Ied Idul Fitri 1440 H di Islamic Center Kota Samarinda, Yuk Datang Kesini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-desa-muara-ritan-kecamatan-tabang-kukar.jpg)