Sebut Wanita Layak Diperkosa, Oknum Dokter Ini Akhirnya Terima Ganjaran
Salah satu di antara pelanggarannya adalah melontarkan kata-kata yang tak pantas mengenai wanita di forum obrolan online
Namun, dia menilai masih banyak keluarga yang beharap mendapat penjelasan pasti tentang kematian orang yang mereka cintai.
"Itu tidak bisa memuaskan kita sepenuhnya. Itu adalah apa yang mungkin secara hukum," katanya.
Marbach mnuturkan, keluarga akan mengajukan gugatan terhadap dua rumah sakit, tempat Hoegel membunuh pasien.
"Kami selesai dengan terdakwa.
Sekarang kami bisa membawa orang-orang itu ke pengadilan yang memungkinkan kejahatannya dilakukan," ujarnya.
Psikiater Max Steller mengatakan kepada pengadilan selama persidangan, Hoegel menderita gangguan kepribadian narsistik yang parah.
Dia disebut selalu siap secara fundamental untuk berbohong jika itu memungkinkan untuk menempatkan dirinya dalam situasi yang lebih baik.
Terdakwa mengklaim, misalnya, tidak mengingat korban pertamanya, yang meninggal pada 7 Februari 2000.
Menurut Steller, seorang pembunuh berantai tidak pernah melupakan korban pertamanya.
Jane Toppan (Headstuff)
Kisah perawat membunuh pasiennya juga pernah terjadi pada tahun 1890 an.
Seorang wanita perawat yang dikenal dengan nama Jane Toppan telah menggemparkan dunia medis karena aksi pembunuhannya pada puluhan pasien yang ia lakukan demi memuaskan gairah seksual.
Seperti dilansir Surya.co.id dari sejumlah sumber, kisah pembunuhan yang mengerikan itu telah tercatat dalam sejarah sejak 1890-an.
Menurut laman resmi Headstuff, Jane Toppan lahir dengan nama Honora Kelley di Boston, AS pada 1850-an.
Orang tuanya, Peter dan Bridget, adalah imigran dari Irlandia.
Saat Nora masih kecil, Bridget meninggal karena penyakit TBC.