Jumat, 1 Mei 2026

Banjir Landa Samarinda, Kepolisian Siapkan Truk Dalmas dan Perahu Kano

Lima hari sudah banjir melanda Samarinda. Bahkan, Minggu (9/6) hari ini banjir semakin meluas menjadi beberapa titik,

Tayang:
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
BANJIR - Warga di Jalan Pemuda menggunakan perahu dan alat bantu lainnya guna tetap dapat beraktivitas saat terjadi banjir, Minggu (9/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Lima hari sudah banjir melanda Samarinda. Bahkan, Minggu (9/6) hari ini banjir semakin meluas menjadi beberapa titik, setelah sebelumnya hanya terdapat dua titik.

Selama Samarinda masih digenangi banjir, selama itu juga kepolisian dan personel gabungan lainnya siaga.

Polresta Samarinda, bersama Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim menurunkan sedikitnya 80 personel untuk membantu penanggulangan banjir.

BANJIR - Warga di Jalan Pemuda menggunakan perahu dan alat bantu lainnya guna tetap dapat beraktivitas saat terjadi banjir, Minggu (9/6/2019).
BANJIR - Warga di Jalan Pemuda menggunakan perahu dan alat bantu lainnya guna tetap dapat beraktivitas saat terjadi banjir, Minggu (9/6/2019). (TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga)

Tidak hanya personel, namun kepolisian juga menurunkan sejumlah armada kendaraan, diantaranya truk Dalmas, mobil double cabin dan perahu (kano).

Truk Dalmas dan mobil double cabin dipergunakan untuk mengantar calon penumpang ke Bandara APT Pranoto, sedangkan perahu dipergunakan untuk mengantar logistik, maupun warga.

"Tidak hanya kepolisian, tapi semua potensi yang ada, termasuk unsur relawan," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Minggu (9/6/2019).

"Yang jelas, kalau kondisi sedang hujan, dan di Jalan DI Panjaitan banjir, kami langsung turunkan personel, untuk mengangkut lalulintas dan mengangkut calon penumpang, titiknya di simpang Alaya," sambungnya.

Kendati pihaknya siaga saat terjadi banjir, namun Kepolisian meminta agar masyarakat juga dapat menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

"Semampu kami akan jaga, apalagi banjir yang menggenangi kawasan permukiman. Patroli akan kita lakukan, tentu Bhabinkamtibmas punya peran lebih di wilayahnya masing-masing," imbuhnya.

Dari pantauan Tribunkaltim.co di lokasi banjir, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, Minggu (9/6) pagi tadi, sejumlah satuan turut serta dalam membantu calon penumpang sampai ke bandara, diantaranya terdapat kepolisian, Batalyon Inf 611/Awang Long, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan.

Sementara itu, hingga pukul 18.00 Wita, sejumlah wilayah masih terendam banjir, diantaranya Jalan PM Noor, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan A Yani, Jalan Pemuda, Jalan Remaja, simpang Sempaja, kawasan Bengkuring dan Perum Griya Mukti Sejahtera. (*)

Sementara itu, daerah terdampak banjir di Kota Samarinda meluas. Pemkot Samarinda mencatat, daerah yang sebelumnya tak terkena banjir, pada Minggu (9/6/2019) ini, ikut terdampak. Hari ini, tercatat, ada 10.300 jiwa terdampak luapan air.

Sehari sebelumnya, banjir hanya terjadi di Kecamatan Samarinda Utara, persisnya, di kawasan Perumahan Bengkuring, Griya Mukti dan Gunung Lingai.

Kepala Bidang, Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencananya Daerah (BPBD) Kota Samarinda menjelaskan, Ifran, banjir sudah menggenangi kawasan Samarinda Ulu, Ilir dan Sungai Pinang.

"Paling parah memang Samarinda Utara," kata Ifran, usai rapat tanggap darurat banjir bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kantor Satpol PP Samarinda, Minggu (9/6/2019).

Ifran menjelaskan, daerah Samarinda Ulu, Ilir dan Sungai Pinang merupakan areal terdampak lintasan air banjir sehingga bakal cepat surut. Buktinya, hingga pertengahan hari tadi, kendaraan bermotor sudah bisa melintas

Banjir Masih Melanda Tiga Kecamatan di Samarinda, Sejumlah Ruas Jalan Sulit Dilalui

Akibat Banjir, Dua Jenazah Wanita di Samarinda Terlambat Dimakamkan

Adapun, daerah yang diprediksi bakal lama tergenang banjir, karena daerahnya rendah adalah kawasan Gunung Lingai dan Bengkuring. Ketinggian banjir di dua lokasi itu bervariasi, antara 25-75 cm.

"Banjir di Bengkuring cendrung lambat turunnya. Tadi, cuma turun 1-2 cm," ujar Sekertaris BPBD Samarinda, Hendra AH di kesempatan yang sama.

Sekertaris Pemkot Samarinda, Sugeng Chairuddin menambahkan, sebanyak 10.300 warga yang terdampak dan  terbagi dalam beberapa kawasan.

Di Bengkuring terdiri dari 15 RT, 700 Kepala Keluarga yang totalnya 2,300 jiwa, Perum Griya Mukti, 12 RT, dan 6 ribu jiwa. Di Gunung Lingai, 2 ribu jiwa.

Dari hasil koordinasi sementara, ia  klaim penyebab banjir yang meluas kali ini, dikarenakan tiga sebab.

Pertama, level Sungai Mahakam yang naik karena Hulu Mahakam hujan. Kedua, pasang air laut dan curah hujan yang tinggi. "Tabrakan tiga faktor ini, yang menyebabkan banjir parah," kata Sugeng.

Diketahui, hujan turun sejak, Minggu (9/6/2019) dini hari mulai pukul 02.40 hingga pukul 09.00 Wita  pagi. Data Balai Wilayah Sungai Kalimantan III mencacat, curah hujan cukup tinggi. Hal ini terpantau di beberapa pos curah hujan.

Di Pos Pantau Curah Hujan Temindung, curah hujan mencapai 55 mm, APT Pranoto, 75 mm, Sei Siring 75 mm, tanah merah, 140 mm dan Lempake, 73 mm. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

Hasil Kualifikasi EURO 2020, Prancis Takluk dari Timnas Turki, Paul Pogba Tak Berkutik

TERPOPULER Fotonya Rangkul Jan Ethes Jadi Sorotan, Kaesang Pangarep Disebut Punya Niat Tertentu

Sandiaga Uno: Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilpres 2019 Terbaik tuk Indonesia, Terima Apapun Itu

TERPOPULER Harga Sama Rp 1 Jutaan, Ini Perbedaan Galaxy M10 dan Oppo A3s, Satunya Resolusi Kamera

Raffi Ahmad Beberkan Keberadaan Luna Maya, Yang Ketahuan Liburan Bersama Keluarga Faisal Nasimuddin

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved