Lawan Hoax Bendungan Benanga Jebol, Kapolresta Samarinda Perintahkan Viralkan Bendungan Aman
Kabar bohong atau hoax jebolnya Bendungan Benanga, yang menyebabkan banjir di Samarinda membuat gusar Kapolresta Samarinda.
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kabar bohong atau hoax jebolnya Bendungan Benanga, yang menyebabkan banjir di Samarinda membuat gusar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto.
Kabar kibul yang beredar luas di media sosial itu, bahkan sampai di telinga pejabat Polda Kaltim.
Perwira melati 3 di pundaknya itu pun langsung memerintahkan Wakpolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono ke Bendungan Benanga mengecek kondisi bendungan, Minggu (9/8/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.
Dari pengecekan, bendungan tak dibuka dan level air berwarna kuning, atau siaga. Rupanya, mantan Kapolres Bontang itu, mendapatkan tugas khusus dari atasannya.
Ia diminta memvideokan kondisi bendungan yang tergolong aman, dengan kondisi debit air di level kuning, atau siaga.
"Langsung saya viralkan," kata Kapolresta, Minggu (9/6/2019) usai rapat tanggap darurut penanganan banjir di Kantor Satpol PP Kota Samarinda.
Dari pengecekan sementara polisi, bendungan jebol itu adalah foto dan video di Banjarmasin.
Dilansir dari berbagai sumber, pelaku penyebar hoax bakal terancam saksi denda hingga hukuman pidana kurungan penjara.
Sehingga masyarakat perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial.
Berdasarkan Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Undang-Undang ITE).
Disebutkan “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar
Ia meminta masyarakat tak mudah terprovokasi informasi yang belum teruji kebenarannya.
Meski penyebar berpotensi dijerat pidana, Vendra mengatakan jajarannya masih fokus membantu penanganan tanggap darurat banjir di Samarinda yang ia sebut operasi kemanusiaan.
Operasi itu, ia pimpin sendiri sejak pukul 7 sudah berkeliling menembus titik banjir di Kota Tepian. Sebanyak 400 personel polisi diterjunkan ke berbagai titik membantu warga sekaligus menjalankan penutupan Operasi Ketupat Mahakam 2019.
"Tadi, pukul 11.30 Wita, banjir sudah reda di jalan ke arah Bandara APT Pranoto. Jalannya bisa dinaiki mobil sedan," ucap Vendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolresta-samarinda-kombes-pol-vendra-riviyanto-kanan-minggu-962019.jpg)