Aiptu AS Terjerat Kasus Dugaan Penggelapan BB Sabu-sabu dan Kepemilikan Senpi Ilegal

Entah apa yang ada dibenak Aiptu AS, salah seorang pejabat utama di lingkungan Polres Bulungan.

Aiptu AS Terjerat Kasus Dugaan Penggelapan BB Sabu-sabu dan Kepemilikan Senpi Ilegal
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit dan Wakapolda Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang menunjukkan barang bukti sabu-sabu beberapa waktu lalu di Mapolres Bulungan. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR - Entah apa yang ada dibenak Aiptu AS, salah seorang pejabat utama di lingkungan Polres Bulungan.

Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara,

Aiptu AS terangkut perkara dugaan penyalahgunaan dalam jabatan dengan melakukan penggelapan terhadap barang bukti narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit melalui Kabid Humas Polda AKBP Berliando, mengungkapkan,  selain kasus tersebut, Aiptu AS juga telah dijadikan tersangka oleh penyidik atas kepemilikan senjata api rakitan ilegal, hingga mendekam di ruang tahanan Polda Kalimantan Utara.

Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando memberi keterangan pers di Mapolda Kalimantan Utara, Rabu (12/6/2019).
Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando memberi keterangan pers di Mapolda Kalimantan Utara, Rabu (12/6/2019). (TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan)

"Mengenai kasus penyalahgunaan jabatannya berupa penggelapan barang bukti sabu-sabu, besok baru akan masuk gelar perkara.

Setelah itu, akan  ditentukan oleh penyidik perihal statusnya, apakah tersangka atau tidak. Untuk kasus kepemilikan senpinya, sudah berstatus tersangka," kata AKBP Berliando saat menggelar konferensi pers di Mapolda Kalimantan Utara, Rabu (12/6/2019).

Terungkapnya dugaan penggelapan barang bukti sabu-sabu berawal saat Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Utara berencana menggelar rilis kasus sabu-sabu kepada awak media, pada  25 Februari 2019 lalu,

dan jajaran Ditnarkoba Polda Kalimantan Utara mendatangi ruang Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Bulungan dengan maksud mengambil barang bukti sabu-sabu sebanyak 480,5 gram yang dititipkan sebelumnya tanggal 23 Januari 2019.

"Kita di Polda kan belum memiliki Tahti, sehingga barang bukti selama ini dititip ke Polres Bulungan," ujarnya.

Aiptu AS saat kasus ini terjadi menjabat sebagai Pejabat Sementata Kepala Satuan Tahti Polres Bulungan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved