Senin, 27 April 2026

Khawatirkan Terjadi Longsor Susulan, Ini Harapan Ketua RT 02 Kelurahan Lawe-Lawe

"Semua air, terutama dari barat dan utara milik perusahaan migas, mengalirnya ke RT 02 semua. Walaupun mereka sudah membuat penampungan sendiri"

Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
Foto Pusdalops BPBD PPU
Edy Londa saat menunjukkan bagian dapur dan kamar mandi miliknya yang terdampak longsor, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,  PENAJAM - Ketua RT 02 Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Edy Londa khawatirkan adanya longsor susulan. Mengingat cuaca belakangan ini sedikit ekstrim karena curah hujan yang tinggi.

Curah hujan di atas rata-rata serta kontur tanah pasir berlumpur mengakibatkan tergerusnya siring paret sepanjang 9 meter.

Jembatan kayu yan menjadi penghubung aktivitas masyarakat juga harus terganggu, karena mengalami penurunan fungsi, dari bisa dilalui kendaraan roda empat, saat ini hanya bisa dilalui roda 2 dan pengendara pula harus ekstra hati-hati.

Edy Londa saat menunjukkan bagian dapur dan kamar mandi miliknya yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019).
Edy Londa saat menunjukkan bagian dapur dan kamar mandi miliknya yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019). (Foto Pusdalops BPBD PPU)

"Jembatan tersebut memang bersifat sementara, untuk menunjang aktivitas masyarakat yang berkepentingan di situ. Hanya batu yang disusun bersama balok kayu, jadi tidak heran kalau mengalami kerusakan. Walaupun sifatnya sementara, masyarakat sangat butuh," kata Edy Londa ketika ditemui, Selasa (11/6/2019) malam.

Jembatan tersebut menghubungkan kebun warga, beberapa rumah penduduk dan pondok pesantren. Selain itu, rumah milik Ketua RT ini, juga terdampak longsor, yakni retaknya dinding bagian kamar mandi dan dapur.

"Lebar pergeseran dinding sekitar 10 cm," ungkap Edy Londa.

Edy Londa menunjukkan dapur dan kamar mandi miliknya yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019).
Edy Londa menunjukkan dapur dan kamar mandi miliknya yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019). (Foto Pusdalops BPBD PPU)

Edy Londa khawatir, jika tidak segera dilakukan penanganan, siring paret yang merupakan jalur turunnya air menuju sungai, jika terjadi hujan kembali, akan amblas dan tertutup tanah.

Jembatan yang rusak akan menutup aktivitas masyarakat di sana, dan bangunan miliknya akan roboh.

Edy Londa menunjukkan dapur dan kamar mandi yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019).
Edy Londa menunjukkan dapur dan kamar mandi yang retak terdampak longsor, Selasa (11/6/2019). (Foto Pusdalops BPBD PPU)

"Masalah longsor di paret sebenarnya yang paling vital, karena akan berdampak besar jika dibiarkan. Air akan terhambat turun ke muara Sesumpu dikhawatirkan akan meluap lalu merendam rumah warga hingga ke jalan provinsi," khawatirnya.

Ia berharap secepatnya ada penanganan dari pemerintah daerah, juga bantuan perusahaan Pertamina Terminal Lawe-Lawe.

Baca Juga;

Persekongkolan Kivlan Zen dan Habil Marati dalam Rencana Pembunuhan 4 Pejabat Bermula dari Sini

Usai Lebaran 2019, Satpol PP Razia 6 THM yang Diduga Jadi Sarang Prostitusi di Sangatta

"Semua air, terutama dari barat dan utara milik perusahaan migas, mengalirnya ke RT 02 semua. Walaupun mereka sudah membuat penampungan sendiri, tapi tidak bisa mengcover semuanya karena volume air yang besar ditambah hujan terus menerus," terang Edy Londa.

Elemen pemerintah daerah, perusahaan terkait serta masyarakat setempat, ia harapkan mampu bergotong royong menangani masalah ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved