Jumat, 24 April 2026

Logam Emas Bukan Asli Berasal dari Perut Bumi? Berasal Darimanakah, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Logam seperti emas dan platinum disebut seharusnya tidak langka di Bumi karena keduanya semestinya tidak ada di planet ini sama sekali.

Editor: Budi Susilo
Kompas.com
Bentuk logam emas. Logam seperti emas dan platinum disebut seharusnya tidak langka di Bumi karena keduanya semestinya tidak ada di planet ini sama sekali. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setiap orang pun suka yang namanya emas. Pada umumnya emas pun dijadikan barang investasi atau perhiasan. Keberadaan emas selalu banyak diincar siapa pun, emas seolah jadi barang idola semua orang. 

Sebagian besar orang memiliki emas meski jumlahnya tidak banyak. Nah, emas ini selalu jadi barang damban, kenapa emas selalu digandrungi. 

Usut punya usut emas ini muncul di planet Bumi lalu dari mana asal muasal logam emas ini? 

Nah, emas adalah salah satu logam mulia paling dicari di Bumi.

Yups, emas memiliki harga yang tinggi karena untuk mendapatkannya harus menambang cukup dalam ke arah perut Bumi.

Sekilas, emas sudah ada di dalam perut Bumi sejak planet ini terbentuk.

Namun, benarkah demikian?

Sebuah penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya.

Logam seperti emas dan platinum disebut seharusnya tidak langka di Bumi karena keduanya semestinya tidak ada di planet ini sama sekali.

Atau setidaknya, emas tidak seharusnya ada di kerak Bumi.

Apa Maksudnya? Itu karena logam mulia emas ini memang bukan berasal asli dari Bumi.

Menurut analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, emas berasal dari tabrakan meteorit lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature itu, selama pembentukan Bumi, besi cair tenggelam ke pusat planet untuk membentuk inti.

Besi cair ini tidak memasuki perut Bumi sendirian, tapi membawa serta seluruh logam mulia.

Hasil ini didapatkan oleh para peneliti setelah menganalisis bebatuan dari Greenland yang berusia hampir 4 miliar tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved