Balikpapan Butuh Rp 600 Miliar untuk Atasi Persoalan Banjir
Menurut Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, untuk menuntaskan persoalan banjir yang kian menghantui Kota Balikpapan butuh anggaran minimal Rp 600 miliar
Penulis: Zainul | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Musibah banjir masih kerap melanda Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan tahun 2019, saat ini sudah ada 16 titik banjir yang tersebar di enam kecamatan saat ini.
Titik-titik banjir tersebut diperkirakan akan terus bertambah jika tidak segera di atasi.
Berbagai rencana Pemkot Balikpapan untuk penanganan banjir tersebut belum banyak terealisasi karena alasan faktor keterbatasan anggaran.
Menurut Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, untuk menuntaskan persoalan banjir yang kian menghantui Kota Balikpapan butuh anggaran minimal Rp 600 miliar.
Sebab, hampir secara merata menurut Abdulloh saluran pembuangan air di Kota Balikpapan sudah waktunya untuk dibenahi.
"Dengan kondisi seperti sekarang ini, Balikpapan membutuhkan anggaran minimal Rp 600 miliar untuk mengatasi banjir. Karena hampir seluruhnya drainase kita tersumbat, termasuk saluran di Sungai Ampal," ujarnya, Minggu (17/6/2019).
Baca juga:
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Pesimistis Pembebasan Lahan Sungai Ampal Terealisasi di Tahun 2019
Pemkot Lanjutkan Proyek Normalisasi Sungai Ampal, Dewan Sebut Anggaran Belum Dialokasikan
Hujan, Balikpapan Banjir Lagi, Apa Upaya Pemkot? Ini Kata DPRD Soal Prioritas Anggaran Penanganan
Tetapi lagi-lagi, kata Abdulloh, kondisi keuangan dari APBD Kota Balikpapan saat ini sangat tidak memungkinkan untuk digelontorkan Rp 600 miliar.
"Karena persoalan yang ada di Balikpapan saat ini tidak hanya persoalan banjir saja," kata politikus Partai Golkar ini.
Baca juga:
Dukung Persiba Balikpapan, Rizal Effendi: Pejabat Pun Wajib Beli Tiket Jika Nonton
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wilayah-puskib-kota-balikpapan-banjir_20180220_214654.jpg)