Liga Italia

Kecewa Berat Sarri Menyeberang ke Juventus, Tifosi Napoli Gaungkan Petisi Hapus Identitas Sarrismo

Sebagai pelatih, Maurizio Sarri memiliki andil kembali membawa Napoli bersaing untuk gelar scudetto.

Kecewa Berat Sarri Menyeberang ke Juventus, Tifosi Napoli Gaungkan Petisi Hapus Identitas Sarrismo
Instagram/@chelseafc
Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri mengangkat trofi Liga Europa 2018/2019. Kini, kepindahan pelatih Maurizio Sarri ke Juventus benar-benar membuat tifosi atau suporter Napolikeki kecewa. 

Selain dianggap pengkhianat bagi Il Partenopei, Sarri juga memiliki dosa besar yang mungkin belum bisa dimaafkan oleh fan Juventus.

Hal itu adalah gestur yang ia tunjukkan pada pekan ke-34 Liga Italia musim 2017-2018.

Kala itu, lawatan Napoli ke Stadion Allianz memang membuat luka buat fan Juventus.

Satu gol dari sundulan Kalidou Koulibaly pada menit ke-90 menutup laga dengan skor 1-0 buat kemenangan tim tamu.

Sebelum laga berlangsung, Sarri yang menumpang bus skuad Napoli, memberi unjuk jari tengah kepada suporter I Bianconeri yang menyoraki kedatangan timnya.

Karena itu, bisa jadi penggemar Juve masih dongkol dengan tindakan si pelatih tersebut sebelum mengucap maaf secara terbuka.

Resmi Latih Juventus

Maurizio Sarri resmi menjadi pelatih Juventus. Hal ini diberitakan situs web resmi klub berjulukan I Bianconeri itu pada Minggu (16/6/2019).

"Pelatih asal Tuscan tersebut bergabung dengan I Bianconeri setelah satu tahun di Inggris dan akan mendapatkan kontrak tiga tahun," demikian pernyataan resmi klub.

Kabar Sarri akan melatih Juventus sudah lama tersiar untuk menggantikan Massimiliano Allegri yang setuju untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat satu musim, bulan lalu.

Posisi Maurizio Sarri di Chelsea memang naik turun.

Dia sempat berada di ujung tanduk ketika klub berjulukan The Blues itu terlempar dari posisi 4 besar klasemen pada pertengahan musim.

Namun, pada akhir musim, Chelsea berhasil finis di posisi empat besar.

Sarri pun mempersembahkan trofi Liga Europa pada pengujung musim.

"Kini, Maurizio Sarri kembali ke Italia, tempat di mana dia menghabiskan sebagian besar kariernya," tulis pernyataan resmi Juventus.

"Sejak hari ini, Sarri akan melatih Juventus. Dia akan dikontrak hingga 30 Juni 2022," bunyi lanjutan pernyataan resmi klub.

Nama Sarri mulai menjadi pembicaraan ketika melatih Napoli.

Pelatih yang kini berusia 60 tahun itu menukangi Napoli antara 2015 dan 2018.

Selama dilatih Sarri, Napoli menjadi kuda hitam bahkan sempat bersaing dengan Juventus dalam perebutan gelar juara Liga Italia.

Awal musim 2018-2019, Sarri pindah ke Chelsea. Di klub itulah, dia memenangi gelar mayor pertamanya sebagai pelatih.

Kesuksesan Chelsea merengkuh trofi Liga Europa tak lepas dari peran pelatih Maurizio Sarri.

Pelatih berkebangsaan Italia itu berhasil mempersembahkan satu trofi prestisius untuk Chelsea di musim perdananya.

Gelar juara Liga Europa diraih Chelsea usai menumbangkan Arsenal dengan skor mencolok, 4-1, Kamis (30/5/2019) dini hari.

Chelsea berhasil memborong empat gol lewat aksi Eden Hazard yang menyumbangkan 2 gol. Ditambah gol dari Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez.

Gelar ini sekaligus menambah raihan trofi Liga Euroa untuk Chelsea setealh sukses memenangkannya di musim 2012/2013 silam

Maurizio Sarri merupakan sosok central keberhasilan Chelsea meraih trofi Liga Europa.

Berikut sejumlah fakta tentang sosok Maurizio Sarri, mulai dari raihan trofi perdananya, hingga karirnya dimulai sebagai seorang bankir.

1. Trofi Pertama Sepanjang Karirnya sebagai Pelatih

Gelar Liga Europa merupakan trofi pertama bagi Maurizio Sarri sepanjang karir kepelatihannya.

Ia baru bisa meraih trofi prestisius sejak 29 tahun menjadi pelatih profesional.

Bahkan saat perayaan pembaian medali dan piala, Maurizio Sarri tampak terpana melihat medali emas Liga Europa.

Sebelumnya Maurizio Sarri belum pernah membawa timnya meraih gelar prestisius baik di kompetisi domestik, apalagi level Eropa.

Lain cerita bersama Chelsea, justru Maurizio Sarri mampu meraih trofi Liga Europa di musim pertamanya melatih Chelsea.

2. Pelatih Italia pertama yang berhasil bawa pulang Piala Europa League

Selain berhasil meraih trofi pertamanya, Maurizio Sarri juga berhasil mencatatkan rekor lain.

Maurizio Sarri menjadi pelatih Italia pertama yang sukses membawa pulang piala Liga Europa.

Sebelumnya tak satupun pelatih Italia yang sanggup memenangi trofi Liga Europa, sejak kompetisi ini berubah format dari Piala UEFA ke Liga Europa.

Sebelumnya, pelatih Italia terakhir yang mampu membawa pulang trofi serupa namun dengan forman lama yaitu Alberto Malesani.

Musim 1998/1999 Alberto Malessani membawa Parma meraih piala UEFA.

Gelar juara yang diraih Maurizio Sarri terasa lengkap lantaran Chelsea dibawanya menjadi juara tanpa sekalipun menyentuhg kekalahan di Liga Europa musim ini.

Sedangkan di level kompetisi Eropa, Chelsea menyamai raihan Manchester United yang menang Liga Champions pada musim 2007-2008 tanpa terkalahkan.

Chelsea berhasil meraih trofi Liga Europa berkat 12 kemenangan dan tiga imbang, dan tidak terklalahkan.

3. Pernah menjadi Bankir

Pencapaian Maurizio Sarri bersama Chelsea lebih fantastis lagi, lantaran awal karirnya dimulai sebagai seorang bankir di Italia.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri mengangkat trofi Liga Europa 2018/2019.
Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri mengangkat trofi Liga Europa 2018/2019. (Instagram/@chelseafc)

Maurizio Sarri memang minim menangani tim besar sepak bola. Sebelum Chelsea, tim besar yang dilatih Maurizio Sarri hanyalah Napoli.

Namun bersama klub asal Italia itu, Maurizio Sarri tak pernah mempersembahkan trofi.

Maurizio Sarri memang pernah bekerja sebagai bankir paruh waktu di Italia.

Selanjutnya ia memutuskan banting setir menjadi pelatih walau minim pengalaman.

Saking mediokernya sebagai pelatih, Maurizio Sarri pernah termasuk dalam pelatih dengan gaji terkecil di Liga Italia Serie A kala menukangi Empoli.

Saat itu Maurizio Sarri menerima gaji sebesar, 300 ribu euro per tahun. 
Jumlah itu disebut-sebut hanya 9% dari gaji pelatih Napoli sebelumnya, Rafael Benitez.

4. Sederhana dalam berpakaian

Sosok Maurizio Sarri di dalam lapangan selalu menampilkan gaya pakaian sederhana.

Berbeda dari kebanyakan pelatih lainnya yang mengutamakan penampilan dengan mengenakan jas.

Maurizio Sarri justru lebih simple, hanya mengenakan jaket training.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri
Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri (dailystar)

Penampilan inipula yang diperlihatkannya kala mendampingi Chelsea di final Liga Europa 2018/2019.

Gaya sederhana ini memang menjadi ciri khasi Maurizio Sarri sejak ia melatih klub-klub kecil di Italia.

Ketika menukangi Napoli, Maurizio Sarri tak merubah gaya penampilannya dengan balutan training ataupunm kaos polo.

Padahal penampilannya saat ini berbanding terbalik dari latar belakangnya sebagai bankir.

Sebagai seorang bankir, Maurizio Sarri tentu wajib mengenakan pakaian rapi nan formal.

Namun kebiasaan itu tidak dibawanya saat melatih klub sepak bola profesional.

Justru Maurizio Sarri lebih enjoy dengan gaya pakaian santai.

Sebelumnya manajemen Chelsea disebutkan tak menyukai gaya berpakaian Maurizio Sarri.

Namun dengan gelar juara Liga Europa yang dipersembahkannya, bakal membuat manajemen berpikir ulang menegur gaya berpakaian Maurizio Sarri.

5. Perokok Aktif

Maurizio Sarri juga cukup dikenal seabagai pelatih sepak bola di era modern yang lekat dengan rokok.

Pelatih asal Italia ini merupakan perokok aktif.

Maurizio Sarri
Maurizio Sarri (Sportellate)

Dikutip BolaSport.com dari laman The Sun, pria yang sebelumnya melatih Napoli tersebut bisa menghabiskan 80 batang rokok dalam sehari.

Namun, aturan Liga Inggris melarang aktivitas merokok di areal stadion.

Hal ini tentu memaksa Maurizio Sarri melepas kebiasaannya itu saat mendampingi Chelsea berlaga.

Pelatih berusia 60 tahun ini juga sering terlihat menghisap rokok di pinggir lapangan usai memantau anak asuhnya berlatih.

Bahkan saat partai puncak Liga Europa, Maurizio Sarri kedapatan sempat menghisap sebatang rokok. (*)

(TRIBUNKALTIM.CO / Cornel Dimas Satrio K)

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

Menhan Ryamizard Ryacudu: Lambat atau Cepat, Polisi Nanti akan di Bawah Kementerian

Video Insiden Tabrakan Beruntun Valentino Rossi Saat Balapan MotoGP Catalunya 2019, Begini Faktanya

Gaji ke-13 PNS Segera Cair Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Jumlah Duit yang Bakal Diterima

Sederet Fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol ke Pria Tua Saat Terjebak Macet, Diduga Ada Anak Kecil

Heboh, Bikin SKTM di Daerah Ini Harus Isi Pernyataan Siap Dikutuk jika Berbohong, Berikut Alasannya

Sumber: Keki Maurizio Sarri ke Juventus, Tifosi Napoli Bikin Petisi Tak Mau Lagi Terkait Sarrismo

Editor: Kholish Chered
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved