Polresta Samarinda Datangi Lokasi Tambang Ilegal, Pekerja Kocar Kacir, Kepolisian Beri Garis Polisi

Kepolisian lantas memasang garis polisi dialat berat. Polresta Samarinda, mendatangi lokasi di Jalan Banggeris, RT 5 dan RT 22, Kalimantan Timur.

Polresta Samarinda Datangi Lokasi Tambang Ilegal, Pekerja Kocar Kacir, Kepolisian Beri Garis Polisi
TribunKaltim.Co/Christoper D
TAMBANG ILEGAL - Kepolisian dari Polresta Samarinda melakukan pengecekan sekaligus memasang garis polisi di exavator dan juga sekitar lokasi tambang, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Adanya aktivitas galian tambang batu bara di belakang kantor Bawaslu Kalimantan Timur, langsung ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian.

Kamis (20/6/2019) pagi tadi, Satreskrim Polresta Samarinda, mendatangi lokasi di Jalan Banggeris, RT 5 dan RT 22, Kelurahan Teluk Lerong Ulu dan Kelurahan Air Putih, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Saat petugas datang, terdapat dua pria yang diduga sebagai pekerja proyek pematangan lahan sekaligus pertambangan.

Namun, mengetahui yang datang petugas, kedua pria tersebut langsung melarikan diri.

Di lokasi, tersisa satu unit exavator, beserta tumpukan batu bara, dan lubang bekas galian yang dibiarkan menganga, terbuka.

Lalu, terdapat rumah yang dijadikan tempat tinggal para pekerja.

Rumah tersebut juga langsung ditinggalkan beserta barang-barang yang ada.

"Kita sudah cek kelokasi, juga ada instansi terkait serta pihak Kecamatan dan Kelurahan. Setelah ditelusuri, aktivitas di sana ilegal," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Kamis (20/6/2019).

Setelah memastikan hal itu, Kepolisian lantas memasang garis polisi dialat berat, serta mengamankan kunci exavator.

Sedangkan lubang, tumpukan batu baranya juga diberi garis polisi.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved