Sabtu, 9 Mei 2026

Satwa Mamalia

Pesut Terdampar di Perairan Manggar, Diduga Warga Salah Penanganan, Pesut jadi Lemas & Terluka Parah

Ada Pesut di kawasan perairan Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendapat laporan dari warga. Dan salah penanganan Pesut.

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
Get Borneo
Ilustrasi - Sosok mamalia Pesut yang ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ada Pesut di kawasan perairan Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendapat laporan dari warga. Dan salah penanganan Pesut pada Jumat (21/6/2019) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kali ini warga digemparkan dengan temuan satwa laut yang awalnya dikira buaya dan ada juga yang menebak sebagai binatang Paus. 

Padahal satwa yang dimaksud itu bukan buaya apalagi Paus.

Waktu itu, sekitar pukul 09.00 Wita aparat terkait di kawasan perairan Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendapat laporan dari warga.

Laporan tersebut mengenai temuan adanya Pesut pesisir atau Orcaella Brevirostris yang terdampar dalam keadaan luka dan lemas di daerah Manggar pada Jumat (21/6/2019) pagi.

Saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Hery Saputro, Koordinator TPI Klandasan Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan (DP3) Kota Balikpapan mengaku terlambat ke tempat kejadian perkara, lantaran Pesut sudah dilepas oleh warga sekitar.

"Saya koordinasi dengan pengawas, BSPL, langsung ke TKP. Kami bawa handuk dan meteran. Namun, selaju-lajunya ya tetap saja, kami terlambat karena sudah dilepas oleh adik-adik dan warga sekitar," kata Hery kepada Tribunkaltim.co.

Menurut Hery, Pesut tersebut dilepas karena dalam kondisi lemas. 

Sebab temuan Pesut oleh warga itu salah penanganan.

Warga tidak banyak yang mengetahui karena lubang hidung Pesut itu berada di bagian atas.

"Seperti kita, hidung untuk bernapas, kalau dimasukan air terus-terusan akan lemas," tegasnya.

Karena sudah lemas, "Dilepas di daerah Manggar menggunakan styrofoam," ungkapnya.

"Styrofoam sekitar dua meteran, tadi kami tanya ke warga panjang berapa, sekitar 180 cm, jawabnya," ujar Hery.

Jenisnya ikan Pesut pesisir. "Nah Pesut ini ada dua jenis," ungkapnya.

Disampaikan Hery, mamalia laut atau Pesut pesisir yang hidup di laut, kadang-kadang muncul di permukaan laut.

Pesut Pesisir kalau air lagi pasang dan bersih masuk ke wilayah pantai.

"Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri dan menyelamatkan mereka juga," katanya.

Hery mengimbau kepada warga pesisir laut, kalau menemukan lagi Pesut perlu ada prosedur yang tepat.

Langkah pertama harus melaporkan ke aparat terkait, yang menggerti seperti bagian perikanan, angkatan laut dan BKSDA.

Pesut atau Lumba lumba Irawady mamalia laut endemik Teluk Balikpapan ditemukan tewas di pinggir Pantai Mas Permai, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (2/4/2018).
Pesut atau Lumba lumba Irawady mamalia laut endemik Teluk Balikpapan ditemukan tewas di pinggir Pantai Mas Permai, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (2/4/2018). (tribunkaltim.co/budi susilo)

"Lapor ke kita, kita langsung ukur, panjangnya, lingkar lehernya, jenisnya, jantan atau betina, serta dichek semuanya kita lepaskan habitatnya di laut," katanya.

Hery menjelaskan, Pesut boleh disiram, hanya boleh badannya.

Namun, jika akan dibawa atau dilepas harus dilapisi dengan handuk basah yang kena air di wilayah tersebut.

"Tapi jangan disiram lobang hidungnya, tidak bisa bernafas, lama-lama lemas dan mati.
Hewan ini sama seperti kita, jenis mamalia, jadi memerlukan oksigen, perlu bernafas," katanya. 

Penelurusan Tribunkaltim.co, awalnya anak-anak yakni Ichsan Wagola (23), Surya Darmasyah (16), Herdian (17), Andi Noor Sam Okta Mahendra (16), Sauf Noor Syahrir dan Ramadani Wagola (18) mengira ada reptil buaya.

Ternyata setelah didekati dan melihat lebih jelas, anak-anak ini kaget, ternyata bukan reptil buaya tetapi Pesut yang sedang terdampar. 

"Kami kira buaya, ternyata ada siripnya. Buaya kan tidak ada siripnya," ujar Ella, saksi mata. 

Jadi ketika didekati ternyata bukan buaya.

"Kami kan orang awam. Dikira itu buaya. Tapi bukan. Tidak tahu juga apakah itu lumba,-lumba atau paus. Jadi sembarang sebut saja," kata Ella warga RT 43 yang menyaksikan langsung si Pesut tersebut terdampar di perairan Manggar.

Saat melakukan evakuasi si Pesut, warga mengambil langkah pertama, yang jemput 3 orang warga.

Kemudian dibantu warga yang lain.

Hewan itu diangkat dan dirangkul.

Simak Video Rekaman Pesut di Manggar Berikut Ini: 

"Saya langsung lapor ke Bu Lurah, ternyata Bu Lurah ada di Banyuwangi. Disarankan ke Babinsa," ujar Ella.

Disarankan melihat langsung Pesut tersebut, karena takut Pesut itu mati sehingga disarankan dilepas saja.

"Tadi dilepas sekitar jam 10 an. Si Pesut luka dan lemas, di daerah sirip tengahnya ada lukanya. Pesut kami lihat sepertinya punya panjang sekitar dua meteran," katanya.

Walau kondisi Pesut nampak lemas dan terluka, warga tetap rela untuk melepaskan.

"Tadi dilepas menggunakan pelampung, sambil dipeluk," katanya.

Tadi dilepas oleh warga.

"Dilepas menggunakan pelampung, dipeluk. Karena kami takut ikannya mati," ujarnya.

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

Yusril Pertanyakan Data Kecurangan 22 Juta Suara Saat Jaswar Koto Bersaksi, Begini Faktanya

5 Rekomendasi Drama Korea Romantis Tayang Juli 2019, Cha Eun Woo di Rookie Historian Goo Hae Ryung

Kevin Aprilio Terjerat Utang hingga 17 Miliar, Ini Orang yang Membantunya Bangkit dari Kebangkrutan

Ini Rekam Jejak Marsudi Wahyu Kisworo, Ahli yang Dihadirkan KPU, Profesor IT Pertama Indonesia

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved