Jumat, 17 April 2026

Beginilah Penyebab Tenggelamnya KM Siti Nurhalisa di Kampung Sukan

KUPP Tanjung Redeb meninjau lokasi tenggelamnya Kapal Motor KM Siti Nurhalisa di Sungai Segah, Kampung Sukan

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Geafry N
Anak Buah Kapal (ABK) Sitinurhalisa tengah mengevakuasi mutan kapal yang berisi ratusan ton beras. KUPP Tanjung Redeb meninjau lokasi tenggelamnya Kapal Motor KM Siti Nurhalisa di Sungai Segah, Kampung Sukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb meninjau lokasi tenggelamnya Kapal Motor KM Siti Nurhalisa di Sungai Segah, Kampung Sukan, Senin (24/6/2019).

Pelaksana Harian KUPP Tanjung Redeb, Abdurahman, kepada Tribunkaltim.co mengatakan, informasi awal yang diperoleh, kapal ini karam saat berusaha menghindari tabrakan dengan Kapal Tongkang yang memuat batu bara.

Namun naas, saat tengah melakukan manuver menghindar itu, Kapal Motor KM Siti Nurhalisa justru menabrak bangkai kapal yang tenggelam di lokasi yang sama.

“Padahal sudah kami beri tanda, supaya tidak ditabrak kapal. Tapi entah bagaimana cerita, kapal justru mengarah ke tempat bangkai kapal yang tenggelam itu,” kata Abdurrahman.

Karena menabrak bangkai kapal, lambung Kapal Motor KM Siti Nurhalisa yang terbuat dari kayu itu pecah.

Air langsung masuk ke dalam kapal dan merendam ratusan ton beras yang didatangkan dari Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Berau.

Di lokasi yang sama, memang terdapat bangkai Kapal Motor Ilham Putra 03.

Kapal ini karam pada bulan November 2016 lalu.

Kapal Ilham Putra saat itu mengangkut 600 ton pupuk urea.

Lalu mengapa bangkai kapal itu tidak dievakuasi?

Memang tidak bisa (dievakuasi), karena badan kapal itu kan besar sekali dan sangat berat.

"Makanya kami geser ke pinggir dan tidak masuk dalam alur pelayaran kapal,” jawa Abdurrahman.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Motor KM Siti Nurhalisa, yang mengangkut bahan pokok berupa beras dari Sulawesi, karam di Sungai Segah.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun hingga hari Minggu (23/6/2019) kemarin.

Para awak kapal masih sibuk mengevakuasi ratusan karung beras dari dalam lambung kapal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved