Per 1 Juli 2019, Harga Rumah Bersubsidi Naik; Ini Harganya untuk Wilayah Kaltim

Menurut Bagus, kenaikan harga rumah bersubsidi merupakan penyesuaian terhadap harga bahan dan material bangunan yang juga naik.

Per 1 Juli 2019, Harga Rumah Bersubsidi Naik; Ini Harganya untuk Wilayah Kaltim
Tribun Kaltim
RUMAH MURAH - Beberapa rumah murah untuk guru di Kukar. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Per 1 Juli 2019, harga rumah bersubsidi mengalami kenaikan sekitar 3 sampai 11 persen, atau Rp 7 Juta sampai Rp 11,5 Juta per unit, tergantung wilayahnya.

Hal tersebut tertulis dalam Keputusan Menteri PUPR No. 535/KPTS/M/2019 tentang Batasan Harga Jual Rumah Bersubsidi yang ditandatangani oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Kaltim, Bagus Susetyo, menanggapi positif keputusan menteri tersebut.

Menurut Bagus, kenaikan harga rumah bersubsidi merupakan penyesuaian terhadap harga bahan dan material bangunan yang juga naik.

Selain itu, menemukan lahan dengan harga yang sesuai, cukup sulit.

"Belum lagi soal fasilitas dan infrastruktur yang harus disiapkan oleh pengembang. Jadi ini merupakan awal yang baik di tahun ini," ujar Bagus pada Senin (24/6/2019).

Hanya saja, menurutnya, kenaikan tersebut juga diimbangi dengan kenaikan batas pendapatan konsumen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Saat ini bagi konsumen MBR, dapat mengajukan permohonan pembelian rumah bersubsidi maksimal memiliki pendapatan maksimal Rp 4 Juta, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

"Mestinya, untuk bisa mengakomodasi banyak konsumen, mestinya batasan pendapatan itu bisa dinaikkan lagi," pungkasnya.

Ditanya mengenai berapa idealnya maksimal pendapatan konsumen MBR, Bagus mengatakan sekitar Rp6 Juta menurutnya masih reliabel.

Halaman
12
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved