Kamis, 23 April 2026

Atasi Banjir, Pemkot Balikpapan Ajukan Pengerukan Empat Bendali ke BWS

pengajuan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Direktorat Jendral SDA Kementerian PUPR untuk lakukan pengerukan di empat Bendungan Pengendali

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
tribunkaltim.co/arif fadillah
Bendali Kampung Timur, Kelurahan Gunung Samarinda Baru salah satu untuk penampung air saat banjir 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Banjir di Kota Balikappan dinilai cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, setiap hujan deras dengan jangka waktu yang cukup lama, beberaap titik di Kota Balikpapan sering terendam banjir.

Untuk itu,  Pemerintah Kota Balikpapan saat ini tengah fokus menangani masalah banjir di kota minyak ini.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri mengatakan,  telah membuat pengajuan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Direktorat Jendral SDA Kementerian PUPR untuk melakukan pengerukan di empat Bendungan Pengendali (Bendali) yang ada di Kota Balikpapan.

"Itu sebagai langkah untuk menekan dampak banjir yang terjadi Kota Balikpapan," ujarnya.

Saat ditanya soal besaran anggaran untuk mengatasi banjir, dirinya menegaskan tidak bisa merincikan total biaya yang dianggarkan untuk mengatasi mengatasi banjir ini,

karena dalam pengerukan ini pihaknya hanya membuat pengajuan saja, sedangkan yang mengerjakannya adalah BWS.

"Balikpapan memiliki lima Bendali, Namun hanya empat Bendali yang beroperasi. Sedangkan satu diantaranya yakni Bendali Kampung Timur tidak dapat dioperasikan maksimal karena terkendala masalah pembebasan lahan warga," pungkas Yusri.

Sementara itu, proyek pelebaran Sungai Ampal masih terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan.

Bahkan, Pemkot Balikpapan memastikan pembebasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ampal dapat terealisasi tahun ini juga.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri.

"Kini pengerjaan proyek normalisasi DAS Ampal saat ini sudah mencapai 80 persen," ujar Yusri.

Yusri mengatakan, untuk Sungai Ampal merupakan sungai yang mengalir sepanjang lebih dari 3 kilometer di Kota Balikpapan dengan melewati 4 kelurahan.

Menurutnya, proyek perluasan Sungai Ampal dapat menjadi solusi mengatasi banjir yang kerap terjadi di empat kelurahan yakni Kelurahan Damai, kelurahan Damai Baru, kelurahan Sumber Rejo dan kelurahan Gunung Samarinda.

"Ini bisa menjadi salah satu upaya meminimalisir banjir di Kota Balikpapan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Yusri mengatakan, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan agar banjir tidak terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi, maka pembebasan lahan untuk pelebaran Sungai Ampal terus dilakukan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved