Kisah Taman Bacaan Macan Dahan Samboja, Gelorakan Cinta Membaca dengan Kombinasi Bermain Bola

Macan Dahan merupakan akronim dari Taman Bacaan dan Rumah Latihan yang didirikan sejak 2010 silam. Beberapa koleksi buku sastra karya pujangga.

Kisah Taman Bacaan Macan Dahan Samboja, Gelorakan Cinta Membaca dengan Kombinasi Bermain Bola
Tribunkaltim.co/Rahmad Taufik
Taman Bacaan dan Rumah Latihan (Macan Dahan) di Samboja kerap menjadi tempat ajang diskusi para pemuda Samboja tentang sastra, budaya kewirausahaan, pertanian dan Iptek. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMBOJA - Muhammad Sadeli atau akrab disapa Ali merupakan pemuda asli Samboja yang memiliki ketertarikan pada dunia sastra.

Untuk menularkan dan menumbuhkan minat warga terhadap dunia sastra Indonesia.

Dia mengembangkan dan mengelola Macan Dahan dengan merangkul beberapa rekan pemuda lainnya.

Macan Dahan yang dimaksud di sini bukan nama hewan sejenis kucing liar ukuran sedang dengan bulu kecokelatan disertai bintik hitam yang banyak dijumpai di Kalimantan dan Sumatera.

Namun Macan Dahan merupakan akronim dari Taman Bacaan dan Rumah Latihan yang didirikan sejak 2010 silam.

Berangkat dari kurangnya minat baca dan ketertarikan pada dunia sastra Indonesia yang kaya, Ali mendirikan Macan Dahan.

Beberapa koleksi buku sastra karya pujangga dan penulis ternama Indonesia memenuhi beberapa rak.

Sebut saja Salah Asuhan karya Abdoel Moeis.

Ada pula Buku Olenka karya Budi Darma yang masih terbungkus plastik, belum lagi kolekai buku karya Chairil Anwar hingga penulis era 90-an.

Seperti Gol A Gong dan penulis era millenial Raditya Dika, juga terpajang di rak kayu.

Halaman
1234
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved