Perancang iPhone Jony Ive Undur Diri, Begini Pernyataan CEO Apple
CEO Apple, Tim Cook memberikan apresiasi kepada Jony Ive atas dedikasinya selama hampir tiga dekade untuk Apple.
TRIBUNKALTIM.CO - Jonathan "Jony" Ive, desainer iPhone dan produk-produk Apple, resmi mengundurkan diri dari Apple.
Jony Ive meninggalkan jabatannya sebagai Chief Design Officer Apple, untuk mendirikan perusahaan desain independen.
"Setelah hampir 30 tahun dan proyek yang tak terhitung, saya bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan untuk membentuk tim desain, proses, dan budaya di Apple yang tak tertandingi," ungkap Ive dalam keterangan resmi Apple.
"Ive dengan perusahaan barunya akan terus bekerja sama dalam proyek bersama Apple," tulis pernyataan Apple.
CEO Apple, Tim Cook memberikan apresiasi kepada Jony Ive atas dedikasinya selama hampir tiga dekade untuk Apple.
Menurut Cook, Ive adalah sosok penting dalam desain produk Apple.
"Jony adalah sosok tunggal dalam dunia desain dan perannya dalam kebangkitan Apple tidak bisa dianggap remeh, dari terobosan iMac hingga iPhone dan ambisi yang belum pernah ada sebelumnya, yakni Apple Park yang baru-baru ini menyerap energi dan perhatiannya," tulis Cook.
Cook juga menyambut rencana keberlanjutkan hubungan profesional Ive dengan Apple di masa mendatang.
"Saya senang hubungan kami akan berlanjut untuk berkembang dan saya berharap bisa bekerja dengan Jony jauh di masa depan," ujar Cook, dikutip dari Apple Newsroom, Jumat (28/6/2019).
Sepeninggal Ive, jabatan kepala desain Apple akan dipegang oleh Evans Hankey, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Industrial Design Apple, dan Alan Dye yang sebelumnya adalah wakil presiden Human Interface Design.
Mereka berdua akan bertanggung jawab di bawah pimpinan Jeff Williams, kepala operasional Apple.
"Tim ini pasti akan berkembang di bawah kepemimpinan Evans, Alan, dan Jeff yang sangat luar biasa, mereka telah menjadi kolaborator terdekat saya," ungkap Ive.
Rujuk dengan Qualcomm
Ada kabar yang tak terduga dari Apple.
Setelah dua tahun saling serang di pengadilan terkait sengketa pembayaran lisensi teknologi, Apple dan Qualcomm pekan ini memutuskan untuk berdamai.
Hal tersebut isampaikan oleh pihak Apple di dalam sebuah keterangan tertulis.
"Qualcomm dan Apple mengumumkan sebuah kesepakatan untuk mencabut seluruh perkara pengadilan antar dua belah pihak yang terjadi di seluruh dunia," sebut pihak Apple dalam keterangan tertulis di blog resminya.
Belum diketahui secara pasti mengapa Apple memutuskan untuk mengakhiri perseteruannya dengan Qualcomm di pengadilan.
Namun, dua perusahaan teknologi raksasa ini setuju untuk berdamai dan membuat sejumlah perjanjian untuk beberapa tahun ke depan.
Pertama, Apple setuju untuk membayar Qualcomm sejumlah uang yang tidak disebutkan untuk apa dan berapa jumlahnya.
Kemudian, kedua perusahaan sepakat bakal kerja sama dalam waktu enam tahun ke depan.
Dengan opsi penambahan waktu kerja sama hingga dua tahun berikutnya.
Kerja sama itu sendiri terhitung efektif sejak 1 April 2019.
Dengan kata lain, hingga 1 April 2025 nanti, atau mungkin hingga tahun 2027 nanti, Apple sepakat bakal menggandeng Qualcomm sebagai partner lisensinya.
iPhone 5G akan hadir lebih cepat?
Pengumuman Apple tidak menjelaskan secara detail lisensi apa saja yang bakal diberi Qualcomm yang nantinya bakal digunakan oleh Apple di dalam perangkatnya.
Namun, dalam beberapa tahun ke depan, kedua pihak sepakat bahwa Qualcomm akan memasok chip ke Apple.
Dengan begitu, Qualcomm bisa jadi memasok chip modem 5G, Snapdragon X50 5G, ke Apple demi mewujudkan iPhone dengan dukungan 5G di kemudian hari.
Sebelumnya, gara-gara perselisihan Apple dan Qualcomm, iPhone 5G diprediksi baru akan hadir pada 2020.
Dengan berdamainya kedua perusahaan, maka iPhone 5G bisa jadi bakal tersedia lebih cepat, yakni di sekitar tahun ini.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Jumat (19/4/2019).
Namun, tentu saja, hal itu belum pasti karena Apple sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait iPhone 5G beserta chip modem yang menjadi penunjangnya.
Sengketa Apple dan Qualcomm berakar dari ongkos lisensi teknologi yang diminta Qualcomm kepada Apple.
Pabrikan iPhone tersebut menilai biaya yang diminta Qualcomm terlalu tinggi.
Keduanya lantas saling menyerang dengan mengajukan gugatan di pengadilan di berbagai wilayah dunia.
Imbasnya, penjualan iPhone sempat dijegal oleh Qualcomm di beberapa negara, misalnya di China dan Jerman.
Qualcomm Sepmat Tolak Tawaran Apple
Pabrikan chip kenamaan, Qualcomm, diketahui pernah mendapat permintaan dari Apple untuk memasok chip modem iPhone teranyar yang dirilis 2018 lalu.
Namun Qualcomm menolak untuk memenuhi tawaran itu.
Informasi tersebut diutarakan oleh Chief Operating Officer (COO) Apple, Jeff Williams dalam persidangan dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) di Amerika Serikat.
Berdasarkan kicauan dari jurnalis Shara Tibken, Williams yang bertindak sebagai saksi mengatakann bahwa penolakan yang dilakukan Qualcomm dilatarbelakangi masalah hukum yang tengah berlangsung antara kedua perusahaan.
"Apple ingin menggunakan chip (modem) Qualcomm pada iPhone XS, XS Max dan XS.
Namun Qualcomm tidak mau menjual chip modemnya karena masalah hukum.
Jeff Williams memberi kesaksiannya di sidang FTC," tulis Shara.
Jika kabar penolakan tersebut benar adanya, maka Qualcomm kehilangan kesempatan untuk mendulang miliaran dollar.
Apalagi saat ini, meski pasar smartphone terus menurun, Apple masih menjadi salah satu perusahaan yang memiliki pangsa besar secara global.
Apalagi menurut riset dari Counterpoint, Apple masih memiliki pangsa pasar ponsel premium sebesar 21 persen yang membuatnya berada di peringkat kedua setelah Samsung.
Namun keputusan tersebut diduga kuat adalah bagian dari sikap tegas dari Qualcomm pada Apple.
Dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Selasa (15/1/2019), saat ini, Apple dan Qualcomm memang tengah bersitegang di pengadilan lantaran Apple dituduh tidak memenuhi pembayaran lisensi kepada Qualcomm.
Apple dianggap tidak mengikuti ketentuan yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Bahkan kasus hukum ini berdampak pada penarikan produk-produk Apple di beberapa negara.
Tak hanya itu, kedua perusahaan juga ditengarai terlibat upaya monopoli perdagangan.
Apple diketahui pernah meminta insentif dari Qualcomm untuk menjad pemasok tunggal chip iPhone di tahun 2011 silam. (*)
Subscribe Official YouTube Channnel:
Baca juga:
PKS Ambil Sikap Politik Setelah Pembacaan Putusan MK, Begini Penjelasan Mardani Ali Sera
Sejarah Hari Ini - Aksi Brutal Petinju Mike Tyson Gigit Telinga Evander Holyfield, Simak Videonya
LIVE STREAMING - Brazil vs Paraguay Perempat Final Copa America 2019, Rekor Buruk Adu Penalti
Bantuan Hanya Rp 20 Miliar, Isran: Aku Malas Terlalu Banyak Ngomong
Jadwal Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 di Situs Resmi LTMPT Berubah, Begini Penjelasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jonathan-ive.jpg)