Pengantin Baru Tewas Terseret Banjir, Sempat Berpegangan dengan Suami Tapi Akhirnya Terlepas
Namun, arus yang deras menyebabkan pegangan mereka terlepas. Yeni hanyut dan ditemukan tewas.
TRIBUNKALTIM.CO - Yeni (25) diketahui sempat memegang tangan suaminya yang berupaya menolong setelah dirinya terjatuh ke dalam parit besar dekat Jalan Swadaya, Kelurahan Delima, Pekanbaru, Riau.
Namun, arus yang deras menyebabkan pegangan mereka terlepas.
Yeni hanyut dan ditemukan tewas.
Kasubsi Ops Basarnas Pekanbaru Jacky menuturkan, pada Selasa (17/8/2019) pagi, Yeni tengah mengantar Anto, pria yang baru dinikahinya itu, ke bandara.
Mereka berboncengan dengan sepeda motor dari rumah mereka di daerah Panam, Pekanbaru.
Namun, berdasarkan informasi warga, saat melintas di Jalan Swadaya, ada mobil yang melaju dari arah depan sehingga mereka terkena cipratan air.
"Jadi kemungkinan korban ini terkejut sehingga jatuh ke dalam parit yang airnya juga sedang meluap," tutur Jacky.
Suami Yeni sempat berupaya menolong dengan memegangi tangannya, namun karena arus yang deras, tangan korban pun terlepas.
Tubuh Yeni lalu hilang terbawa arus parit yang meluap lantaran hujan deras semalaman.
Jacky mengatakan, pihaknya pun kemudian mengerahkan personel untuk melakukan pencarian dengan bantuan aparat Polsek Tampan, Damkar Kota Pekanbaru, dan masyarakat setempat.
"Setelah kami lakukan penyisiran, akhirnya sekitar pukul 08.05 WIB, korban berhasil ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jaraknya sekitar 2 kilometer dari posisi dikabarkan hilang," ucapnya.
Jacky menuturkan, tubuh korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Delima.
Jenazahnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke kampung halamannya di Rohul.
Pada Selasa, sejumlah ruas Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, terendam banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jasad-wanita-hilang-terseret-arus-parit-besar-di-jalan-swadaya.jpg)