Arc Vector Motor Listrik Asyik, Termahal Dikelasnya Hanya Tersedia 399 Unit, Simak Ini
Ide pembuatan motor listrik Arc Vector merupakan berawal dari Mark Truman yang merupakan pendiri dan CEO Arc Motorcycle.
TRIBUNKALTIM.CO - Pertama kali konsep motor listrik Arc Vector nongol di Milan Motorcycle Show pada November 2018.
Saat pertama kali nongol di Milan Motorcycle Show konsep motor listrik Arc Vector merupakan motor listrik paling Premium.
Ide pembuatan motor listrik Arc Vector merupakan berawal dari Mark Truman yang merupakan pendiri dan CEO Arc Motorcycle.
Untuk pembuktian ketangguhan dari motor listrik Arc Vector akan melakukan debutnya di Goodwood Festival 2019.
Berkumpulnya para pecinta dunia kebut akan berlangsung dari 4 - 7 Juli 2019 di West Sussex Ingris.
"Goodwood adalah tempat yang ideal bagi kami untuk menunjukkan Vektor kepada orang-orang untuk pertama kalinya dan keganasannya," kata Mark.
Nah, motor listrik Arc Vector dengan 95 kW diyakini tembus kecepatan maksimum 150 mph (241 km / jam).
Akselerasi dari nol ke 60 mph (96.6 km/jam) Arc Vector hanya membutuhkan waktu 2,7 detik.
Daya jelajah yang disanggupi Arc Vector diperkirakan 120 mil (193 km) di jalan raya atau 170 mil (274 km) di perkotaan.
Sebab motor listrik, Arc Vector dengan desain yang inovatif, mulai dari konstruksi karbon monocoque dengan memasang swingarm depan.
Pemasangan swing arm depan dengan ditopang sokbreker Arc Vector menjadi lebih stabil saat belok.
Karena limited Arc Vector jelas tidak dapat dimiliki sembarang orang, hanya buat yang mengerti kecanggihan motor listrik ini.
Harga yang ditawarkan oleh Arc Vector adalah £ 90.000 atau setara dengan $ 114.000 dan kalau dirupiahkan menjadi Rp 1.6 Milyar.
Pantas nih untuk jadi investasi dan koleksi, produknya terbatas bro!
Berita ini telah tayang di MotorPlus Online.com dengan judul Arc Vector Motor Listrik Paling Mahal, Diproduksi Cuma 399 Unit, Gak Lama Lagi Diuji Coba https://www.motorplus-online.com/read/251771567/arc-vector-motor-listrik-paling-mahal-diproduksi-cuma-399-unit-gak-lama-lagi-diuji-coba?page=all#!/