Kodam VI Mulawarman

160 Pucuk Senjata Api Ilegal di Tarakan Dimusnahkan, Begini Harapan Wagub Kaltara Udin Hianggio

Dari 160 pucuk senjata api illegal itu, terdiri dari 159 pucuk senapan panjang dan 1 pucuk pistol rakitan

160 Pucuk Senjata Api Ilegal di Tarakan Dimusnahkan, Begini Harapan Wagub Kaltara Udin Hianggio
HO - Pendam VI/Mlw
Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio (kemeja putih kiri) beserta Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Richard Tampubolon melakukan pemusnahan senjata api ilegal. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sebanyak 160 pucuk senjata api rakitan dimusnahkan dengan cara dicincang menggunakan mesin gergaji besi.

Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman markas Kodim 0907 Tarakan, Kamis (4/7/2019).

Seluruh senjata api rakitan ini diperoleh dari masyarakat setempat melalui kegiatan komunikasi sosial dialogis serta pendekatan secara persuasif oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg di wilayah perbatasan RI - Malaysia

Dari 160 pucuk senjata api illegal itu, terdiri dari 159 pucuk senapan panjang dan 1 pucuk pistol rakitan.

Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Udin Hianggio yang juga ikut terlibat dalam kegiatan pemusnahan senjata ilegal tersebut mengatakan senjata ilegal jelas aturannya dilarang dalam Undang-Undang dan tidak diperbolehkan untuk dimiliki tanpa izin yang resmi.

Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman markas Kodim 0907 Tarakan, Kamis (4/7/2019).
Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman markas Kodim 0907 Tarakan, Kamis (4/7/2019). (HO - Pendam VI/Mlw.)

"Terima kasih dan apresiasi positif yang tinggi saya ucapkan terhadap pelaksanaan tugas Kodam VI/Mulawarman dalam menciptakan keamanan di wilayah Kaltara," kata Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Udin Hianggio.

Metode komunikasi sosial dialogis dan persuasif seperti ini kata Udin Hianggio mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat di perbatasan untuk menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hampir sebagian besar penyerahan senjata tersebut dilakukan secara sadar oleh masyakat dengan cara mengantar secara pribadi serta menyerahkannya kepada para Babinsa yang bertugas di Kodim Perbatasan dan para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan yang berada di dekat pemukiman mereka.

Ternyata Ini yang Bikin Wasit Copa America 2019 Tak Berikan Penalti ke Argentina saat Hadapi Brasil

Soal Pelantikan Anggota DPRD, KPU Berau Tunggu Putusan MK

LIVE STREAMING Bhayangkara FC vs PS Tira Persikabo, Starting Line Up Terbaik Duel Papan Atas

"Kami menyerahkan senjata ini tidak ada unsur paksaan dari manapun, ini murni kami lakukan secara sadar," kata Ibrahim Latif yang juga selaku pemangku adat suku Tidung.

Pemusnahan senjata ilegal tersebut juga merupakan upaya dan bentuk keterlibatan masyarakat setempat dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara sebagai serambi depan perbatasan negara Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu Kasdam VI Mulawarman, Brigjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama dan kesadaran masyarakat yang telah suka rela memberikan senjata ilegal tersebut kepada pihak terkait.

"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyadari bahwa memiliki senjata api ilegal itu sudah melanggar aturan dan memberikannya kepada kami," katanya.

"Dengan komunikasi sosial dialogis secara intensif dengan personel Kodam VI/Mulawarman sehingga kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjatanya kepada prajurit satgas Kodam VI/Mulawarman," ujar Kasdam VI Mulawarman, Brigjen TNI Richard Tampubolon.

Lebih lanjut, perwira tinggi TNI dengan bintang satu di pundaknya itu berharap komunikasi sosial secara dialogis harus terus dilaksanakan.

Untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api ilegal serta memberikan kontribusi positif terciptanya keamanan dan kedaulatan wilayah termasuk di antaranya mencegah masuknya barang-barang illegal ke wilayah Indonesia. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved