Jasad Korban Tenggelam di Sungai Sangatta Ditemukan Pemancing, Hanyut Hingga 1 Kilometer

Dari TKP penemuan, jenazah Wahyu sempat dibawa ke RS PKT Sangatta untuk pemeriksaan dan visum.

Jasad Korban Tenggelam di Sungai Sangatta Ditemukan Pemancing, Hanyut Hingga 1 Kilometer
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Bupati Ismunandar hadir di rumah duka korban tenggelam 

“Masih alot perundingan ganti ruginya. Pemerintah sudah menawarkan harga Rp 100 juta per bangunan, tapi menurut warga jumlah itu terlalu rendah," ujarnya.

Selain itu, ganti rugi juga dituntut oleh pemilik ponton yang selama ini beroperasi di Sungai Sangatta.

"Sekitar Rp 1 miliar per ponton. Karena menurut mereka bisnis ponton akan mati setelah ada jembatan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, menurut Asran, pihaknya masih mencari solusi terhadap enam rumah di Sangatta Utara dan satu rumah di Sangatta Selatan yang bakal terkena gusuran proyek jembatan.

Pasalnya, kalau di atas Rp 100 juta, juga berat. Karena ganti rugi hanya berlaku pada bangunan saja.

Untuk lahan tidak ada. Karena mereka membangun di bantaran sungai yang sesuai aturan tidak boleh untuk mendirikan rumah.

“Jarak boleh tidaknya membangun rumah di dekat sungai adalah minimal 50 meter dari bibir sungai,” ujarnya.

Ada perisitiwa Satu keluarga tercebur di Sungai Sangatta Kabupaten Kutai Timur atau Kutim, bersama motor yang ditungganginya.

Peristiwa yang menyita perhatian banyak warga itu terjadi di Dermaga Ponton nomor tiga di kawasan Sangatta Lama, Kecamatan Sangatta Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 8 pagi tadi.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, di kawasan dermaga penyeberangan tradisional yang menghubungkan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan itu.

Keluarga ini naik motor ingin ke Pasar Sangatta Lama.

Sampai di dermaga nomor tiga, mereka langsung masuk di ponton.

Namun rem kendaraan agaknya kurang berfungsi.

Sehingga motor masih bergerak meski sudah direm.

Mereka pun tercebur bersama motor Yamaha Jupiter KT 2379 RH yang dikendarai sang ayah, bernama Sudar (33).

Satu keluarga tercebur di dermaga ponton nomor tiga di kawasan Sangatta Lama, Kecamatan Sangatta Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 08.00 Wita. Pencarian menggunakan dua kapal ponton di lokasi tenggelam.
Satu keluarga tercebur di dermaga ponton nomor tiga di kawasan Sangatta Lama, Kecamatan Sangatta Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 08.00 Wita. Pencarian menggunakan dua kapal ponton di lokasi tenggelam. (TRibunkaltim.Co/Margaret Sarita)

Warga Jalan Jenderal Sudirman, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara.

Saat itu, Sudar duduk di tengah memegang kemudi motor, istrinya di belakang, sedangkan anaknya yang bernama Wahyu A Setiawan (6), duduk di bagian depan motor.

Motornya sudah di rem, tapi tapi masih bergerak maju. Hingga ke pinggir dermaga ponton dan akhirnya tercebur. Si ayah langsung berenang.

Ibunya sempat tenggelam, tapi kemudian muncul.

"Anaknya yang duduk di depan, nggak muncul-muncul,” ungkap Sakti, seorang warga setempat.

Pasca kejadian tersebut, sang ayah sempat berenang mencari anaknya.

Namun tak menemukan sang anak.

Istrinya pun terlihat shock.

Ia sempat histeris di tepi ponton dan menggapaikan tangannya ke air sungai sambil berteriak memanggil nama anaknya.

Melihat itu, warga setempat menarik dan membawa kedua pasutri itu menjauh dari dermaga.

Bahkan saking histerisnya, kedua pasutri ini sempat menyerang warga yang mengambil video di lokasi kejadian.

Beruntung ada petugas kepolisian dan warga lain yang menghalau.

Sementara menurut Akbar, sang pemilik ponton penyeberangan, saat Sudar tiba di dermaga penyeberangan, ponton belum terlalu rapat degan dermaga.

Tapi, motor sudah diberusaha dinaikkan ke atas ponton.

“Saya berusaha menarik ponton agar lebih rapat ke dermaga, agar motor bisa langsung naik ke atas ponton. Tapi, motor malah kebablasan masuk ke sungai bersama pengendara dan penumpangnya,” ujar Akbar.

Dua hari pencarian, akhirnya korban tenggelam Wahyu A Setiawan (6), warga Jenderal Sudirman, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, ditemukan, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. (Margaret Sarita)

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Tak Ada Akta Nikah, Kepala Kemenag Hakimin Sebut Pernikahan Sedarah tak Resmi dan Penghulunya Ilegal

Pilihan Pertama SBMPTN 2019 Diprioritaskan, Nilai UTBK Tinggi Bisa Kalah dengan yang Lebih Rendah

Dianggap Gagal, Posisi SBY di Kursi Ketum Partai Demokrat Kini Digoyang oleh Sosok Ini

Berikut Tiga Wanita dari Kalangan Milenial yang Berpeluang Jadi Menteri, Satu Sudah Ketemu Jokowi

TERUNGKAP Alasan Tukang Bubur Bunuh Bocah 8 Tahun di Bak Mandi, Pelaku Serahkan Diri karena Dihantui

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved