Banyak Orangtua Komplain, Tak Diterima Padahal Tinggal di Sekitar SMAN 1 Tanah Grogot

Hasil PPDB online yang diumumkan, Senin (8/7/2019), mengundang banyak protes para orangtua calon peserta didik.

Banyak Orangtua Komplain, Tak Diterima Padahal Tinggal di Sekitar SMAN 1 Tanah Grogot
TribunKaltim.Co/Sarassani
Sejumlah panitia PPDB Online SMAN 1 Tanah Grogot 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Prediksi Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Tanah Grogot tahun pelajaran 2019/2020 La Mahosa, menjadi kenyataan.

Hasil PPDB online yang diumumkan, Senin (8/7/2019), mengundang banyak protes para orangtua calon peserta didik.

Meski baleho besar berisi jadwal dan syarat pendaftaran telah dipajang di depan sekolah, tapi tak sedikit yang mengira sistem PPDB sama seperti tahun lalu.

Akibatnya sejumlah pendaftar gagal masuk SMAN 1 Tanah Grogot, walaupun mereka berdomisili di sekitar sekolah.

Seperti disampaikan Umi, orangtua calon peserta didik yang berdomisili tak jauh dari Masjid Agung Nurul Falah.

Menurutnya, ia dan suaminya adalah alumni SMAN 1 Tanah Grogot, tapi akibat sistem PPDB ini anaknya tidak bisa masuk SMAN 1 Tanah Grogot.

“Kami pendaftaran jalur zona prioritas atau Bina Lingkungan (BL) dan jalur zonasi sama di tanggal 1-5 Juli 2019, ternyata untuk BL sudah digelar tanggal 24-28 Juni 2019.

Karena bersaing nilai di jalur zonasi, anakku gagal masuk SMAN 1 Tanah Grogot,” kata Umi.

Hal serupa menurut La Mahosa, juga dialami oleh sejumlah orangtua calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah.

“Barusan ada 4 orang calon wali murid yang komplain, rumahnya dekat-dekat sini (sekolah), tapi gagal masuk karena mendaftar di jalur zonasi,” kata La Mahosa.

Halaman
123
Penulis: Sarassani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved