Sulit Diakses, PWI Kaltim Minta BPK Lebih Terbuka
Sulitnya menembus masuk ke dalam gedung itu, sesuai dengan sulitnya mendapatkan data dari badan yang mengeluarkan opini kepada pemerintah ini.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru hendak masuk ke parkiran Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim, pemeriksaan sudah dilakukan oleh petugas keamanan dengan meminta kartu identitas.
Hendak masuk ke gedung, kembali didatangi petugas keamanan untuk ditanyai maksud dan tujuan. Sesampainya di receptionis, kartu identitas dan kartu pers kembali ditanyakan sembari petugas jaga mencatat identitas tamu.
Demikianlah pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah masuk di gedung para auditor keuangan negara ini.
Sulitnya menembus masuk ke dalam gedung itu, sesuai dengan sulitnya mendapatkan data dari badan yang mengeluarkan opini kepada pemerintah ini.
Itulah yang disampaikan Anggota Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Intoniwan saat diundang sebagai nara sumber, pada acara Media Worksop yang di gelar BPK RI Perwakilan Kaltim.
“Yang kami (wartawan) inginkan, BPK RI itu selalu terbuka dengan awak media. Jangan mempersulit kerja-kerja wartawan di lapangan untuk mencari dan mengolah data,” ujarnya dihadapan pegawai BPK RI Perwakilan Kaltim dan awak media yang hadir pada Media Workshop, pada Senin (8/7/2019), di Gedung Auditorium BPK Perwakilan Kaltim lantai III, Jalan M Yamin.
“Sebab, kalau memang terbukti mempersulit maka ada undang-undang yang mengatur bahwa pihak yang mempersulit itu akan dikenai sanksi pidana dan denda.
Untuk itu, dalam kesempatan ini kami meminta kepada BPK RI untuk lebih mempermudah awak media saat ingin mengakses data di BPK RI,” tandasnya.
Plt Kepala BPK Perwakilan Kaltim, Agung Hartono mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini khusus untuk mengubah paradigma masyarakat luas soal BPK yang terkesan angker.
Melalui kegiatan ini, Agung mengharapkan, agar awak media dapat menyebar luaskan tentang bagaimana BPK dalam menerima masyarakat pada umumnya.
“Selama ini kan orang-orang mengira, BPK itu angker dan menakutkan. Sebenarnya tidak, kami itu sangat welcome dengan seluruh masyarakat.
Untuk itu, harapan kami setelah kegiatan ini perspektif angker yang melekat pada BPK bisa luntur dengan pemberitaan kawan-kawan media yang telah ditulis,” tuturnya.
Soal pemberitaan, Agung menyatakan, secara khusus BPK Perwakilan Kaltim sangat terbuka dengan seluruh awak media.
Kerjasama yang baik dibeberkan Agung, dapat dijalin dengan baik bersama media. Untuk itu, BPK Perwakilan Kaltim, membuka ruang sebesar-besarnya untuk kerjasama tersebut.
“Silahkan, kalau kawan-kawan media ingin mengakses pemberitaan kepada kami. Kita kerjasama yang apik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/media-worksop-yang-di-gelar-bpk-ri-perwakilan-kaltim.jpg)