Belum Berhasil Dapat Utang Luar Negeri, Gubernur Kaltim: Dapatkan Utang Itu Tak Gampang!
"Namun, yang jelas kita sudah sampaikan seluruh peluangnya dan apa yang bisa digarap oleh investor nantinya," lanjutnya.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terkait rencana pencarian utang luar negeri untuk melaksanakan reklamasi SKM yang memerlukan biaya Rp8 triliun hingga Rp10 triliun, Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan, persoalan tersebut malah tidak masuk dalam pembahasan di presentasinya pada pertemuan IIIF di Inggris.
Namun, saat itu Isran mengungkapkan, tetap mengupayakan Pemprov Kaltim mendapatkan pinjaman luar negeri.
"Memang tidak masuk dalam pembahasan pada presentasi saya. Dan memang itu bukan untuk disampaikan pada forum tersebut. Tapi, kalau bisa kita akan mencari pinjaman luar negeri itu. Akan tetapi, untuk mendapatkan pinjaman luar negeri itu tidaklah gampang. Banyak prosedur yang perlu dilewati," ujarnya menjelaskan kepada awak media yang menunggunya keluar ruangan hingga pukul 17.30 Wita, pada Selasa (9/7), di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada.
Seperti halnya, dibeberkan Isran, perencanaan pencarian utang luar negeri tersebut harus masuk dulu pada pembahasan di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kemudian, dijelaskan olehnya pula, harus dibahas dibeberapa kementerian. Terutama, dibahas di Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI.
"Itu kan kalau bisa saya katakan dulu. Kalau memang bisa mendapat utang luar negeri ya kita upayakan," tuturnya sembari menyampaikan pihaknya juga tidak terlalu getol untuk mengusahakan mendapatkan utang luar negeri tersebut.
"Namun, yang jelas kita sudah sampaikan seluruh peluangnya dan apa yang bisa digarap oleh investor nantinya," lanjutnya.
Dibeberkan Isran pula, ada tiga sungai yang dipresentasikan olehnya untuk direklamasi di dalam forum tersebut.
“Dana yang kita perkirakan itu nantinya digunakan untuk mereklamasi tiga sungai, yakni Sungai Karang Mumus (SKM), Sungai Karang Asam Besar, dan Sungai Air Putih,” lanjutnya menjelaskan.
Kebanyakan pembahasan pada pertemuan tersebut, Isran menyatakan, ia membawa seluruh potensi investasi di Kaltim.
Terutama soal infrastruktur dan ekowisata.
Seperti pengelolaan wisata di Kabupaten Berau dan beberapa daerah lainnya.
Lalu, untuk infrastruktur ia membawa Maloy dan jalan tol. (M Purnomo Susanto)
Subscribe Official YouTube Channel:
Baca juga:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/isran-107.jpg)