Serunya Mahfud MD dan Said Didu Berbalas Komentar di Twitter, Nama Sudjiwo Tedjo Dibawa-bawa
Mantan Ketua Konstitusi Mahfud MD berbalas komentar dengan Said Didu. Juga singgung nama Sudjiwo Tedjo, dan ajak keduanya kopi darat
TRIBUNKALTIM.CO - Serunya Mahfud MD dan Said Didu Berbalas Komentar di Twitter, Nama Sudjiwo Tedjo Dibawa-bawa.
Dalam cuitannya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD bahkan mengajak Said Didu untuk kopi darat, alias bertemu.
//
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, merasa perlu bertemu langsung dengan Said Didu.
Permintaan itu ia sampaikan melalui cuitan di Twitter, Selasa (9/7/2019).
Mahfud juga menyebut ia harus melakukan ruwatan dengan Said Didu.
Tidak hanya mengajak Said Didu, Mahfud turut serta mengundang Sudjiwo Tedjo dalam pertemuan tersebut.
Ruwatan yang dimaksud Mahfud tak lain untuk memperbaiki dunia persepakbolaan.
Hal itu tampaknya dikarenakan klub sepak bola andalan Mahfud, Manchester United, mengalami kekalahan.
Seperti dilihat dari cuitan Said Didu yang menyampaikan rasa duka citanya kepada Mahfud dan Sudjiwo Tedjo.
"Menyampaikan duka cita ke fans MU prof @mohmahfudmd dan mbah @sudjiwotedjo," tulis Said Didu.
Cuitan itu yang menjadi awal Mahfud untuk mengajak Said Didu dan Sudjiwo Tedjo untuk ruwatan bersama.
Begini balasannya:
"Pak @msaid_didu kita hrs segera bertemu bertiga,
perlu rembukan kapan kita buat ruwatan bersama Presiden Janchuk @sudjiwotedjo
utk memperbaiki dunia persepakbolaan.
Masak, Mancester United terkubur di sana, wong di sini Madura United berjaya kok.
Yuk, kopdar sblm Mbah Tejo mantu," tulis Mahfud.
• Emosional Dengar Keluhan Said Didu, Mahfud MD Langsung Beri Pembelaan dan Sebut Sejumlah Nama
• LINK LIVE STREAMING ILC TV One Pukul 20.00 WIB, Ada Mahfud MD, Rocky Gerung, Said Didu, DLL
• Resmi Tinggalkan Status Aparatur Sipil Negara, Ini Pertimbangan Said Didu
Ajakan Mahfud ini rupanya dibalas kembali dengan cuitan oleh Said Didu.
Ia menyebut bahwa Sudjiwo Tedjo telah berpindah haluan.
Said menuliskan kini pria yang disebut sebagai Presiden Jancukers tersebut sudah tak lagi menjadi fans MU.
"Presiden Janchuk @sudjiwotedjo sudah sadar dan sudah pindah dari MU (rahasia)," tulis Said.
Mahfud lagi-lagi menanggapi cuitan sahabatnya itu.
Ia mengaku sebagai orang yang menyuruh Sudjiwo Tedjo untuk pindah haluan menjadi fans Manchester City.
Untuk mendampingi Said Didu seperti yang diakui Mahfud.
Di akhir cuitan, lagi-lagi Mahfud meminta kesediaan Said Didu untuk bertemu.
"Siapa bilang rahasia?
Saya yang nyuruh si Mbah pindah ke City utk mendampingi Pak Said Didu agar tak terlalu me-ledak2.
Makanya utk mengetahui perkembangan pendampingan terhadap Pak Said itu saya ngajak kopdar bertiga.
Ayo, jadwalkan," tulisnya.
Undangan Mahfud MD ini pun belum dijawab oleh Said Didu.
Namun, Sudjiwo Tedjo menyarankan agar pertemuan keduanya segera dilakukan.
"Setuju. Mendesak. Plus undang jg @agus_noor," tulisnya membalas Mahfud.
Setelah sekian lama cuti, program acara Indonesia Lawyers Club akhirnya kembali tayang, Selasa (2/7/2019).
Dalam kesempatan tersebut, tema yang diusung adalah 'Wajah Demokrasi Kita'.
Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan mantan Sekjen BUMN Said Didu.
Yang menarik, ada momen Mahfud MD memberikan kritikan kepada Said Didu yang menyebutkan para intelektual tak memberikan pembelaan.
Mulanya Mahfud mengatakan apa yang dikatakan Sadi Didu sebelumnya membuatnya agak emosional dalam menanggapi.
Disebutkan Mahfud, Said Didu sempat menuturkan keluhan bahwa tidak ada intelektual yang memberikan pembelaan kepada dirinya.
"Agak emosional juga rasanya kalau misalnya Pak Said Didu mengatakan 'Wah kalau sekarang semua intelektual diam, orang ngritik ditindak, karena paslon 01 dibiarkan, enggak ada intelektual, diam saja, enggak ada yang bela' enggak juga, ini Pak Salim Said (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan) bela kalian semua," ujar Mahfud MD.
Mahfud lantas memberikan contoh terkait kasus kasus yang pernah ia bela.
Yakni mengenai kasus tokoh dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Neno Warisman yang pernah dituding makar.
"Saya berkali kali bela, misalnya Neno Warisman ditangkap di Riau, dituduh makar, lho saya berteriak 'enggak ada makar di situ, hanya berteriak 2019 ganti presiden kok dimakarkan, itu harus dilepas', saya bela," jelas Mahfud.
Lalu kasus tudingan penistaan agama, oleh Pengamat Politik Rocky Gerung.
"Mas Rocky Gerung itu dipanggil polisi karena harus dihukum, karena dia bilang kitab suci itu fiksi, dipanggil saya bilang 'apa dalilnya mau menghukum Rocky Gerung?'
Itu dimuat di semua koran. Enggak ada dalilnya, dan enggak salah. Saya bela juga," paparnya.
Mahfud juga mengingatkan Said Didu saat akun Twitternya terkena hack.
"Said Didu waktu di-hack akunnya, wah saya berteriak, 'ini biadab betul', dan itu masih ada jejak digitalnya, nah itu jangan khawatir Pak Said Didu enggak ada yang bela," kata Mahfud mengingatkan.
Dijelaskan Mahfud, apa yang dituduhkan Said Didu juga tidak bisa sepenuhnya benar.
"Nah kalau tidak sependapat dengan Anda satu hal ya jangan dibilang nati keadilan, belum tentu juga. Orang yang membela Anda bisa dianggap anti keadilan juga. Kan tergantung siapa yang memandang."
Baca juga :
Soroti Satu Pernyataan Kubu Prabowo Usai Putusan MK, Mahfud MD: Bisa Mempermalukan Dirinya Sendiri
Usulkan Pemilihan DPR RI ke Sistem Proporsional Tertutup, Mahfud MD Miliki Alasan
"Oleh sebab itu ada hakim. Itulah demokrasi, disamping ada demokrasi harus ada nomokrasi, kita kembali ke hukum saja. Mau apa lagi coba?."
"Misalnya orang bilang Pak kecurangan harus dihukum, lha kalau tidak signifikan gimana? Misalnya, salah curang satu suarapun harus dihukum, karena itu hak orang, oke itu betul, tapi kalau kalahnya seribut curangnya 5, masak membatalkan. Enggak dong, itu hukum pidana, ada pidananya sendiri. Banyak yang dipenjara," ujar Mahfud.
"Jangan bilang tidak dihukum ada hukumnya," tambahnya.
Umumkan ILC kembali tayang
Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas mengumumkan program acaranya kembali tayang.
Pengumuman tersebut disampaikan Karni Ilyas setelah program tersebut cuti dari stasiun Tv One beberapa bulan yang bersamaan dengan pemilihan presiden (pilpres).
Saat mengumumkan kembali tayang, Karni Ilyas pun sontak mendapatkan kritikan.
Hal tersebut bermula saat Karni menuliskan penayangan perdana dari ILC, Senin (1/7/2019).
"Dear Pencinta ILC: diskusi kita Selasa besok berjudul "Setelah Vonis MK: Seperti Apa Wajah Demokrasi Kita?."
Selamat menyaksikan. #ILCWajahDemokrasiKita," tulis Karni Ilyas. (*)
Subscribe Official YouTube Channel:
Baca juga:
PERSIB BANDUNG Dikabarkan Dekati Legiun Asing asal Kroasia, Lihat Profilnya
Honda Genio Klaim Motor Matik Harga Terjangkau? Bandingkan dengan Matik Yamaha dan Suzuki Berikut
PERAMPOK BERTOPENG Masuk Kamar Ibu Muda Saat Terlelap Tidur, Mertua Terbangun Saat Dengar Rintihan
REKA ADEGAN Barbie Kumalasari Perankan Sosok Ijah, Terungkap Pula Asal Usul Panggilan Barbie
PREDIKSI LINE UP PERSIJA VS PERSIB, Tuan Rumah Dalam Kondisi Pincang
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Mahfud MD Ajak Said Didu 'Ruwatan', Akui Minta ke Sudjiwo Tedjo Dampingi Said yang 'Meledak-ledak', https://solo.tribunnews.com/2019/07/10/mahfud-md-ajak-said-didu-ruwatan-akui-minta-ke-sudjiwo-tedjo-dampingi-said-yang-meledak-ledak?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mahfud-md-said-didu-dan-sudjiwo-tedjo.jpg)