Sesama Kader Gerindra, Arief Pouyono dan Ahmad Muzani Beda Pendapat Soal Pemulangan Rizieq Shihab
Beda sikap antara sesama kader Gerindra, Arief Poyuono dan Ahmad Muzani, soal pemulangan Habib Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi
Namun, sekali lagi ia mengingatkan bahwa hal tersebut bukanlah keputusan resmi Gerindra.
Menurut Arief Poyuono, informasi serupa juga ada yang dilontarkan oleh segelintir kader Gerindra dan simpatisan.
"Rekonsiliasi dengan syarat Habib Rizieq Shihab dikembalikan atau dihapus permasalahan hukumnya itu sama sekali belum ada pembicaraan dalam Partai Gerindra ya.
Mungkin itu baru semacam kata-kata saja dari para kader Gerindra dan simpatisan dengan Habib Rizieq Shihab," ujar Arief.
Apabila syarat tersebut diucapkan oleh kader partai politik di luar Gerindra, Arief Poyuono sekaligus mengingatkan bahwa koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 sudah dibubarkan.
"BPN adil makmur kan sudah bubar. Artinya parpol berjalan sendiri-sendiri.
Hanya usulan yang nantinya kalau terjadi silaturahim, namun belum ada pada tataran strategis di internal partai (Gerindra)," tambah dia.

Ajakan Rekonsiliasi Tak Direspon Baik
Prabowo Subianto dan Habib Rizieq Shihab Diduga Punya Perjanjian, Jokowi Jadi Sulit Rekonsiliasi.
Diketahui, beberapa pihak meminta Presiden Jokowi memulangkan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi, sebagai syarat rekonsiliasi dengan Prabowo Subianto.
Permintaan inilah yang membuat rekonsiliasi pasca-putusan Mahkamah Konstitusi, antara Jokowi dan Prabowo Subianto batal terwujud.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menduga ada perjanjian atau deal khusus antara Prabowo Subianto dan Rizieq Shihab, hingga meminta pemerintah memulangkan Imam Besar FPI itu sebagai syarat rekonsiliasi.
Dilansir dari Tribunnews.com, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan, Presiden Jokowi telah menyampaikan kesediaannya bertemu Prabowo Subianto.
Namun Arya mengatakan, sejauh ini kubu tidak direspon dengan baik.
"Pak Jokowi kan (bilang), ayo dimana? Kapan? Tempat terserah?