Jumat, 12 Juni 2026

Pendidikan

Banyak Kursi dan Meja Sekolah di Penajam Paser Utara Rusak, Dinas Pendidikan Butuh Dana Rp 30 Miliar

Butuh meja dan kursi yang kurang tersebut, karena tingkat kerusakan yang cukup tinggi. Dinas Pendidikan Penajam Paser Utara usukan anggaran 20 persen.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim | Editor: Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Geliat pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur sedang mengalami persoalan infrastruktur berupa meja dan kursi

Temuan di lapangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Penajam Paser Utara ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan meja dan kursi buat pejalar di sekolah-sekolah negeri yang tersebar di Penajam Paser Utara

Ada rencana dari Dinas Pendidikan untuk ajukan anggaran pendidikan demi bisa membeli, atau mengadakan lagi kursi dan meja yang lebih bagus, layak pakai bagi pelajar demi kelancaran kegiatan pendidikan di Penajam Paser Utara

Pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Disdikpora PPU atau Kabupaten Penajam Paser Utara, mengusulkan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen pada Pedoman Penyusunan APBD 2020 mendatang.

Hal tersebut untuk membenahi infrastruktur-infrastruktur ataupun melengkapi dan menambah kebutuhan bidang pendidikan di Penajam Paser Utara.

Ini disampaikan oleh Kepala Disdikpora PPU, Marjani saat ditemui Tribunkaltim.co pada Selasa (16/7/2019) siang.

Dia mengatakan, saat ini sekolah-sekolah yang ada, tersebar di empat kecamatan, masih kekurangan puluhan ribu mebel, diantaranya kursi dan meja.

"Mudah-mudahan 2020 kita bisa lengkapi itu dengan anggaran yang diusulkan pada APBD Murni 2020," katanya.

Butuh meja dan kursi yang kurang tersebut.

Karena tingkat kerusakan yang cukup tinggi, ditambah dengan penambahan siswa baru setiap tahunnnya. 

Di ruangan kelas 1 di SDN 030 Sebengkok Waru tidak memiliki kursi dan meja, sehingga murid-murid ini bawa meja lipat sendiri dari rumah dan duduk di lantai keramik ruangan kelas, Rabu (14/3/2018).
Di ruangan kelas 1 di SDN 030 Sebengkok Waru tidak memiliki kursi dan meja, sehingga murid-murid ini bawa meja lipat sendiri dari rumah dan duduk di lantai keramik ruangan kelas, Rabu (14/3/2018). (Tribun Kaltim/Junisah)

Apalagi, sekolah masih menggunakan kursi dan meja berbahan baku material kayu.

Diprioritaskan, tahun 2020 secara umum untuk membenahi infrastruktur sekolah-sekolah, termasuk ruangan kelas dengan mengganti ataupun menambah meja dan kursi.

"Kalau siswa yang kekurangan meja dan kursi, merupakan persoalan," tambahnya.

Diperkirakan anggaran untuk penambahan meja dan kursi sebesar lebih kurang Rp 30 milliar.

"Sekolah di PPU banyak, dan butuh kisaran dana sebesar itu untuk pemenuhan mebel, seperti meja dan kursi," pungkasnya.

Menkeu Sri Mulyani Kecewa

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved