Gerhana Bulan

Gerhana Bulan Parsial Rabu Dini Hari Nanti, Dapat Dilihat dari Indonesia, Ini Periode Waktunya

Gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian akan dapat dilihat Rabu (17/1/2019) dini hari nanti waktu Indonesia.

Gerhana Bulan Parsial Rabu Dini Hari Nanti, Dapat Dilihat dari Indonesia,  Ini Periode Waktunya
Ilustrasi Canva
Ilustrasi gerhana bulan. Rabu dini hari nanti ada gerhana bulan parsial, catat waktunya untuk seluruh waktu Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO - Minggu ini, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan gerhana bulan terakhir di tahun 2019.

Gerhana bulan parsial atau gerhana bulan sebagian akan dapat dilihat Rabu (17/1/2019) dini hari nanti waktu Indonesia.

Gerhana bulan parsial ini juga dapat dilihat dari Amerika Serikat, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.

Satu-satunya wilayah yang tidak dapat melihat gerhana bulan parsial ini adalah Ameria Utara hingga Amerika Serikat.

Demikian seperti dilansir dari VoA melalui Kompas.com.

Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya penampakan bulan oleh bayangan Bumi sehingga cahaya Matahari tidak sampai ke Bulan.

Peristiwa ini bisa terjadi hanya jika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus.

Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan.
Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Nah, garis lurus antara Matahari, Bumi, dan Bulan kali ini menghasilkan gerhana bulan sebagian karena bulan akan sedikit miring dari garis langsung bayangan Bumi.

Gerhana bulan parsial ini terjadi dua minggu setelah gerhana matahari total terlihat di Amerika Selatan.

Fenomena ini mengikuti pola astronomi khas gerhana bulan yang terjadi dalam dua minggu setelah gerhana matahari.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved