Lebar SKM Tinggal Semeter, Hero : Ikam Tahu Sendiri Kalo Sulitnya Kayak Apa

Bahkan, banyaknya bangunan itu membuat sungai karang mumus hampir tertutup oleh bangunan permukiman warga.

Lebar SKM  Tinggal Semeter, Hero : Ikam Tahu Sendiri Kalo Sulitnya Kayak Apa
TribunKaltim.Co/purnomo susanto
Sebuah excavator amphibi saat melakukan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM), di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. Tampak dump truk bersiap menampung sedimentasi hasil pengerukan dan membuangnya ke kolam, di Kecamatan Samarinda Utar 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Pekerjaan rumah yang sulit diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menyelesaikan persoalan banjir di kota ini,

adalah menyelesaikan masalah sosial masyarakat. Pertentangan dan pertikaian antara pemerintah dan masyarakat selalu terjadi disaat pemerintah ingin melakukan upaya ini.

Setiap tahun, bukan semakin sedikit tapi semakin banyak masyarakat menambah bangunan di bibir Sungai Karang Mumus dan sulit dipantau oleh pemerintah.

Sebuah excavator amphibi saat melakukan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM), di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. Tampak dump truk bersiap menampung sedimentasi hasil pengerukan dan membuangnya ke kolam, di Kecamatan Samarinda Utar
Sebuah excavator amphibi saat melakukan pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM), di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. Tampak dump truk bersiap menampung sedimentasi hasil pengerukan dan membuangnya ke kolam, di Kecamatan Samarinda Utar (TribunKaltim.Co/purnomo susanto)

Bahkan, banyaknya bangunan itu membuat sungai hampir tertutup oleh bangunan permukiman warga.

“Ikam (kamu) pernahkah ke belakang Pasar Segiri?” tanya Kepala Dinas Pekerjaan Unum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Hero Mardianus kepada awak Tribunkaltim.co.

“Kalau ikam ke sana, ikam bisa melihat itu sulitnya kayak gimana,” lanjutnya saat ditanya soal bagai mana apabila pengerukan Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo selesai dilakukan.

“Kalau ikam lihat, jarak antara satu rumah ke seberang rumah lainnya itu bisa dikatakan beberapa meter saja. Orang dari rumah mau ngasi barang dari seberang, bisa saling sambut aja. Dilempar pun bisa,” ujarnya, menjelaskan kondisi pemukiman di bantaran SKM di belakang Pasar Segiri Samarinda.

Ditanyakan kembali soal bagaimana kelanjutan melaksanakan pengerukan sungai dengan kondisi seperti itu, Hero belum bisa memberikan banyak penjelasan.

Dia lebih memilih berdiam sejenak, sambil memikirkan apa yang ingin ia sampaikan. “Kita lihat saja nanti bagaimana di lapangan. Tapi, saat ini kita sudah kerja melakukan pengerukan,” tambahnya. 

Seperti direncanakan sebelumnya, selesai melaksanakan pengerukan SKM di Gang Nibung maka pengerukan akan dilanjutkan ke sisi belakang Pasar Segiri.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved