Mengabdi di Kecamatan Sandaran, Peserta KKN STIPER Diminta Buat Inovasi Desa

Selamat berkarya di pesisir Kutai Timur. Jangan khawatir, nanti Pak Camat akan sering berkunjung memantau kegiatan adik-adik KKN

Mengabdi di Kecamatan Sandaran, Peserta KKN STIPER Diminta Buat Inovasi Desa
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Pelepasan KKN STIPER Kutai Timur oleh Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT didampingi Wabup H Kasmidi Bulang ST MM 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTABupati Kutim Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang bersama pejabat di lingkungan Pemkab Kutim, melepas 132 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutim yang akan mengabdi di Kecamatan Sandaran, pesisir Kutai Timur.

Pelepasan dilakukan di teras Kantor Bupati Kutim, Kamis (18/7).

“Selamat berkarya di pesisir Kutai Timur. Jangan khawatir, nanti Pak Camat akan sering berkunjung memantau kegiatan adik-adik KKN. Di sana (Sandaran), adik-adik akan merasakan bagaimana sulitnya sinyal untuk berkomunikasi,” ungkap Bupati Kutim Ismunandar.

Sandaran dipilih sebagai wilayah KKN STIPER Kutim, karena ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Kutai Timur itu sangat luas. Bahkan luasnya melebihi 1,5 Provinsi Jawa Barat ditambah Banten.

“Kami berharap, para mahasiswa Kutim dapat mengenal wilayah Kutim dengan lebih baik. Terutama di Kecamatan Sandaran. Ide, gagasan maupun masukan apa yang cocok untuk dikembangkan di wilayah tersebut, demi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian masyarakat, sangat diperlukan,” ujar Bupati Kutim Ismunandar.

Komoditas kelapa misalnya. Sandaran cukup banyak. Tapi bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mengembangkan produk hilir dari kelapa yang berlimpah itu, sangat dibutuhkan.

Ajak masyarakat untuk berinovasi dan membuat produk unggulan dari kawasan tersebut. “Siapa tahu, hasil produksi dari Sandaran dapat meramaikan pasar kabupaten hingga ke tingkat nasional,” kata Bupati Kutim Ismunandar.

Pelepasan KKN STIPER Kutai Timur oleh Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT didampingi Wabup H Kasmidi Bulang ST MM
Pelepasan KKN STIPER Kutai Timur oleh Bupati Kutim Ir H Ismunandar MT didampingi Wabup H Kasmidi Bulang ST MM (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Sebelumnya ketua panitia KKN STIPER tahun 2019 Prof DR Ir Juraemi M Si menjelaskan bahwa di Kecamatan Sandaran terdapat sembilan desa, namun hanya tujuh desa yang akan dijadikan lokasi KKN.

"Mengapa dua desa tersebut tidak dijadikan lokasi, karena atas saran Camat Sandaran bahwa untuk menuju desa tersebut terlalu jauh. Letak desa yang harus melalui perairan, ditambah lagi kondisi angin sedang musim selatan dan gelombang besar, sehingga mahasiswa KKN tidak sampai ke desa tersebut,” ujar Juraemi.(sar)

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved