Lansia yang Sering Mandikan Jenazah Ini Akhirnya Bisa Berangkat Haji dengan Pasangannya
Lansia yang Sering Mandikan Jenazah Ini Akhirnya Bisa Berangkat Haji dengan Pasangannya
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM. CO - Samsul Bahrun (98), warga Jl Gunung Meratus No 17 Tenggarong, menjadi jamaah haji tertua dalam rombongan haji Kukar yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Ia berangkat menunaikan ibadah haji didampingi istrinya, Kurnia (77).
Pasangan lansia ini tergabung dalam kloter 3 embarkasi Balikpapan yang diberangkatkan dari Tenggarong, Jumat (19/7/2019) pukul 22.00.
//
Bahrun duduk memeluk kedua lututnya ditemani istrinya. Ia bersama ratusan jamaah haji lainnya sedang menunggu proses pemberangkatan rombongan haji dari Masjid Agung Sultan Sulaiman.
Bahrun dikenal tetangganya sering memandikan jenazah.
"Dulu saya sering memandikan jenazah di rumah sakit.
Waktu itu posisi rumah sakit masih berada di lingkungan Masjid Agung ini sekitar 1980-an," ujar Bahrun dengan suara terbata-bata.
Gigi-giginya sudah tak ada lagi. Namun matanya masih awas, begitupun pendengarannya.
"Saya suka makan makanan yang mengandung vitamin A, ikan dan sayur," tuturnya saat ditanya rahasia tetap sehat di usia senja.
Dalam usia nyaris mendekati satu abad ini, Bahrun sudah memiliki 3 orang anak, 12 cucu dan 7 cicit.
Kini dia tidak lagi memandikan jenazah karena usianya yang sudah renta.
Namun istrinya masih sering memandikan jenazah, khususnya jenazah perempuan, sampai sekarang. Bahrun kerap menjadi imam di masjid saat acara haul di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Keberangkatan ke Tanah Suci kali ini merupakan yang kedua kali baginya. Sebelumnya pada 1995, ia pernah diberangkatkan naik haji oleh pemerintah.
"Kalau dulu naik hajinya sendiri, sekarang sama istri," tuturnya. Salah seorang anaknya mengongkosi Bahrun dan Kurnia untuk berangkat haji tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jamaah-haji-tertua-dalam-rombongan-haji-kukar.jpg)