Buka-bukaan, Ahok BTP Ungkap Satu Pertanyaan Polisi yang Sulit Dilupakan saat Ditahan di Mako Brimob

Ada hal menarik yang diungkap mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok BTP saat mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Editor: Doan Pardede
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut LSI Denny JA Ahok berpeluang jadi kuda hitam di Pilpres 2024, namun menurut pengamat, hal ini akan berat. Begini peraturan undang-undangnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada hal menarik yang diungkap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok BTP saat mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Hal ini diungkapkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok BTP dalam vlog-nya yang berjudul "BTP Menjawab".

Dalam vlog terbarunya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok BTP menceritakan masa-masa ketika mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok tersebut.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok BTP menceritakan saat awal dirinya masuk ke Mako Brimob, BTP tak boleh keluar.

"Waktu awal masuk saya juga enggak boleh lari-lari keluar, Mako Brimo 60 hektar, kenapa? Kalau napi lain boleh asal jangan keluar pagar, saya enggak boleh," kata Ahok, dikutip dari konten BTP Menjawab di YouTube Panggil Saya BTP.

Bukan tanpa sebab, Ahok menceritakan, di Mako Brimob terdapat ribuan keluarga.

Bila ada satu di antara mereka yang mengajak foto lalu tersebar, maka akan menimbulkan persepsi dari masyarakat.

"Nanti orang kira Ahok mah enggak dikurung di dalam, saya enggak boleh keluar," kata Ahok.

"Saya selama 20 setengah bulan tidak pernah tahu aspal di depan tuh kayak gimana," tambah Ahok.

Ahok menceritakan sehari-hari, dirinya rutin berjemur dari balik tembok Mako Brimob.

"Saya cuma tahu tembok, jemur, di balik tembok matahari setengah 8 dia naik, " kata Ahok.

Meski begitu, ada hikmah yang diambil Ahok selama dipenjara.

"Kalau kita gunakan perspektif kita yang salah jatuh satu tingkat mengasihani diri langsung depresi."

"Tapi kalau kita melihat dengan kacamata Allah, kita tahu Allah izinkan ini terjadi pada hidup kita."

"Kita tahu kesulitan yang kita hadapi bukan untuk menjatuhkan tapi mempromosikan kita," kata Ahok.

Menurut Ahok, akibat dipenjara namanya lebih terkenal dibanding harus kampanye.

"Aku lebih ngetop dipenjara, betul enggak? Kalau mau pakai uang Rp2 triliun untuk kampanye enggak dapat tuh, seluruh dunia saya bisa kena, karena syok semua orang gubernur aktif seperti itu," kata Ahok.

"Lalu apa lagi cuma segitu senangnya? Enggak," lanjut Ahok.

Ahok kemudian menceritakan soal pertanyaan yang acap kali ditanyakan oleh polisi di Mako Brimob

"Saya suka ditanya sama polisi, saya dipanggil abang kenapa? Abang tua saya," kata Ahok.

Baca juga :

Ahok BTP Akhirnya Blak-blakan Soal Peluang jadi Menteri Jokowi-Maruf, Ada Sesuatu di Awal Agustus

Ahok Ingin Sediakan Hunian Pasangan Milenial di Pulau Reklamasi, Takut Dianggap Kampanye oleh Anies

Polisi itu memberi pilihan pada Ahok bila bisa memutar waktu, ia disuruh memilih kembali jadi Gubernur DKI Jakarta atau mendekam di Mako Brimob.

"Bang, kalau abang kita bisa mundurkan jamnya nih menjadi balik, abang dapat gubernur lagi abang mau enggak? Atau mau disini?," kata Ahok ceritakan pertanyaan dari polisi.

Ahok memilih untuk mendekam di penjara Mako Brimob.

"Jujur saya minta ditahan di mako saja, kenapa?," kata Ahok.

Ahok merasa selama ditahan di Mako Brimo dirinya lebih mendapat pengalaman berharga.

Ahok mengatakan selama ditahan, BTP bisa menguasai dirinya sendiri.

"Saya bilang gini, kalau saya jadi gubernur lagi saya hanya menguasai Balai Kota 5 tahun lagi."

"Tapi ketika saya di Mako Brimob saya terpaksa belajar menguasai diri saya semur hidup," ujar ayah tiga anak ini.

"Bagi saya jauh lebih beruntung, makanya saya bilang yang kurung saya tempo hari itu nyesel aja," kata Ahok.

Menurut Ahok, pihak yang menuntutnya kala itu akan berpikiran bahwa dirinya akan menjadi stres.

Baca juga :

Ahok BTP Siapkan Nama Yosafat jika Puput Nastiti Devi Melahirkan Bayi Laki-laki, Apa Artinya?

Anak Gadis Ahok Marah Ayahnya Nikah Lagi dengan Wanita Muda, Dijawab Hoki, Tambah Ngambek

"Tahu tambah sehat nyesel lho, mereka pikir saya akan depresi kan, tentu Tuhan tolong, mereka harapin saya benturin kepala ke tembok," tuturnya.

"Udah mati digituin lagi, keki lu, lebih baik kita sehat kan kalau kayak gitu, ngapain kita mesti bodoh gitu mati," kata Ahok.

Diberitakan, Ahok divonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. (***)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Komplotan Tuyul Ojek Online Diringkus, Cuma Duduk-duduk di Warung Tapi Penghasilan Jutaan Per Hari

Kapolres Ungkap Motif Brigpol IP, Polisi Penembak Mati Pemalak Sopir Truk di Simpang Macan Lindungan

Kursi Wagub Terlalu Lama Kosong, Anies Baswedan Akhirnya Angkat Bicara, Sebut Tugasnya Sudah Selesai

Persib Bandung Bakal Dapat Tambahan Amunisi Baru di Putaran Kedua Liga 1 2019

Setelah Nunung, Ini 4 Inisial Nama Artis Tanah Air yang Diincar karena Menggunakan Narkoba

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Ahok Merasa Beruntung Pernah Dipenjara di Mako Brimob: yang Kurung Saya Tempo Hari Itu Nyesel Saja

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved