Dicap Penista Agama, dan Dibenci Emak-emak Karena Cerai, Ahok Ungkap Peluangnya Jadi Menteri Jokowi
Pernah berstatus sebagai narapidana kasus penista agama, berpengaruh pada peluang Ahok jadi Menteri Jokowi, ini dibahas oleh Basuki Tjahaja Purnama
TRIBUNKALTIM.CO - Dicap Penista Agama, dan Dibenci Emak-emak Karena Cerai, Ahok Ungkap Peluangnya Jadi Menteri Jokowi.
Pernah berstatus sebagai narapidana kasus penista agama, berpengaruh terhadap peluang Ahok jadi Menteri Jokowi, hal ini dibahas sendiri oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Selain status narapidana kasus penista agama, Ahok juga sadar dirinya dibenci emak-emak karena bercerai dari Veronica Tan dan menikah dengan Puput Nastiti Devi
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sadar betul pernah berstatus sebagai narapidana kasus penistaan agama.
Oleh karenanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan tidak mungkin ia menjadi menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin.
"Saya tidak mungkin jadi menteri, saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimistis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan," kata Ahok usai acara penghargaan Roosseno Award di Jakarta pada Senin (22/07/2019).
Ahok juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan mungkin mengambil jabatan orang lain. Sebab, dia sadar namanya tak lagi harum.
Dia mengacu pada kasus penodaan agama yang pernah menjeratnya. Ahok pernah ditahan selama 2 tahun karena terbukti bersalah dalam kasus itu.
"Orang mayoritas beragama sudah mencap saya penista, masyarakat kelas menengah terutama ibu-ibu marah karena urusan perceraian saya dan pernikahan saya. Kalau di gereja saja, semua lihat saya kayak saya ini sesat," katanya.
Ahok mengatakan ke depan, dia tetap ingin membantu rakyat dengan caranya sendiri. Salah satunya dia mengatakan ingin menjadi pembawa acara (host) di stasiun televisi.
"Host saya jangan ditahan-tahan lagi, jadi host, ya ngelawak lah, saya nyanyi agak lumayan, lah," canda Ahok.

Talkshow BTP Menjawab batal
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, program talkshow berjudul "BTP Menjawab" di stasiun Metro TV yang menampilkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok batal tayang.
Program ini mulanya dijadwalkan tayang perdana pada Kamis (11/7/2019). Saat dikonfirmasi, Ahok tidak menjelaskan penyebab batal tayangnya program itu. "Tanya Metro TV," ujar Ahok melalui pesan singkat, Jumat (12/7/2019).
Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun juga tidak mau menjelaskan penyebab program "BTP Menjawab" tidak ditayangkan.