Jumat, 8 Mei 2026

HEBOH Wanita Pendaki Disetubuhi saat Hipotermia, Kepala BTN Gunung Rinjani Buka Suara

Heboh kabar wanita pendaki disetubuhi saat hipotermia, Kepala BTN Gunung Rinjani akhirnya buka suara.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT
Pemadangan Gunung Rinjani dari Bukit Pergasingan, di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Foto diambil dengan kamera smartphone. (KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT) 

TRIBUNKALTIM.CO - Heboh kabar wanita pendaki disetubuhi saat hipotermia, Kepala BTN Gunung Rinjani akhirnya buka suara.

Media sosial ramai membicarakan tentang wanita pendaki di Gunung Rinjani yang terkena hipotermia.

Untuk menyelamatkan nyawanya, diceritakan bahwa wanita pendaki itu disetubuhi agar suhu tubuhnya tetap hangat.

Menanggapi cerita tersebut, Kompas.com pada Selasa (23/7/2019) mengonfirmasi Sudiyono, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ia mengatakan bahwa cerita tentang wanita pendaki hipotermia yang disetubuhi tersebut belum tentu terjadi di Rinjani.

"Belum tentu, kalau saya tidak yakin itu terjadi di situ (Rinjani)," kata Sudiyono.

Dia mengatakan, kawan-kawan guide dan pramuantar di Gunung Rinjani juga memprotes berita yang diceritakan seolah-olah terjadi di Rinjani itu.

Padahal, jalur pendakian Rinjani baru saja dibuka kembali setelah gempa mengguncang Lombok beberapa bulan lalu.

Dia juga mengatakan bahwa di jalur Sembalun ada perempuan guide sehingga wanita pendaki bisa lebih nyaman saat mendaki.

Terkait hipotermia, Sudiyono mengatakan saat berada di ketinggian, suhu tubuh seseorang bisa saja turun dan mengalami hipotermia.

Namun, hal tersebut tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing pendaki.

Untuk itu, Sudiyono mengatakan bahwa seorang pendaki harus memiliki persiapan, salah satunya dengan membawa pakaian hangat dan bekal makanan untuk mencegah hipotermia.

"Orang mendaki ini kan harus persiapan. Maka, ketika check in pack in dan pack out untuk pengecekan barang yang akan naik juga harus ada standar yang harus dipenuhi. Kalau naik tanpa bekal dan segala macam, kan, itu konyol juga," katanya.

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved