Rabu, 22 April 2026

Kisah Warga saat Tsunami Datang: 3 Kali Dihantam, Berhasil Lolos dari Maut dengan Cara Tak Terduga

BNPB mencatat 5.744 desa berpotensi terdampak bencana tsunami di Indonesia, dimana 584 di antaranya berada di selatan Jawa.

Editor: Doan Pardede
Tribun Lampung
Puji, nelayan yang selamat dari tsunami setelah diterjang selombang sebanyak 3 kali 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat 5.744 desa berpotensi terdampak bencana tsunami di Indonesia, dimana 584 di antaranya berada di selatan Jawa.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan mengatakan, Potensi bencana tsunami di pesisir selatan Jawa yang ditinggali oleh lebih dari 600.000 jiwa masih terkendala infrastruktur menuju lokasi evakuasi.

Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam Ekpedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) 2019 di daerah Selatan Pulau Jawa, oleh BNPB.

Untuk wilayah DIY, yang memiliki infrastruktur yang memadai hanya ada di Pantai Kwaru, Bantul.

"Paling tidak satu tahun sekali desa-desa melakukan simulasi. Mengingat daerah selatan jawa ini selama kurun waktu 25 tahun terakhir ada tiga kejadian tsunami. Pertama pada tahun 1994 di daerah Banyuwangi, lalu 2006 di Pangandaran, dan 2018 ada di Selat Sunda," ujarnya, ditemui di Pantai Sadeng. Rabu (24/7/2019).

Lilik Kurniawan mengatakan, untuk kegiatan Destana tsunami pihaknya akan melakukan kunjungan ke 584 desa di pesisir Jawa.

Untuk kali ini pihaknya mengunjungi Pantai Sadeng, Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Rabu.

Selama ekspedisi akan dilakukan penilaian ketangguhan masing-masing desa dalam menghadapi bencana tsunami.

Harapannya dengan kegiatan ini bisa membuat perencananan tiga tahun ke depan. Salah satu yang menjadi sorotan yakni pembuatan jalur evakuasi bagi masyarakat terdampak.

"Kita temukan paling krusial adalah masalah infrastruktur ya. Jadi tempat-tempat yang rawan tsunami itu kita masih temukan jalannya itu masih belum bagus. Mereka sudah menentukan sendiri tempat evakuasinya, tetapi akses menuju ke tempat itu yang masuk di atas bukit itu belum tertata dengan baik. Bahkan kalau dia lewat sungai, jembatan nya masih belum ada, ini kan riskan bagi masyarakat," kata Lilik.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing.

Masyarakat bisa belajar sendiri mengenai evakuasi karena mudah dan tidak memerlukan biaya.

Menurut dia, desa-desa yang memiliki potensi terjadinya tsunami agar melakukan simulasi penanganan terjadinya bencana tsunami, sehingga kesiapsiagaan selalu terlatih pada masyarakat.

Salah satu upaya sosialisasi program Ekpedisi Destana 2019 digelar selama 34 Hari.

Perjalanan diawali pada Kamis (11/7/2019) menuju Banyuwangi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, kemudian ke Jawa Barat seperti Garut dan Pangandaran.

Ekspedisi akan berakhir di Banten pada 16 Agustus 2019.

Ekspedisi ini akan melibatkan lebih dari 200 peserta.

Baca juga :

Tsunami 20 Meter Ancam 584 Desa, BMKG Sebut Ada Generator Gempa Kuat di Pantai Selatan Jawa

TERPOPULER Gempa dan Tsunami Setinggi 20 Meter Berpotensi Landa Selatan Jawa, Begini Kata BMKG

Mereka memberi sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Bahkan tinggal beberapa hari di desa-desa dalam membangun kesiapsiagaan di tingkat desa dengan berbagai kegiatan kreatif.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, pihaknya perlu meningkatkan infrastruktur evakuasi tsunami yang ada.

Salah satunya dengan membentuk destana.

Sosialisasi terkait kebencanaan juga diberikan dari mulai desa hingga sekolah-sekolah karena setiap tahun murid berganti, maka gurunya yang dilatih dan edukasi.

Ada 39 desa dan 12 Kecamatan, di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo, targetnya semuanya dibentuk destana.

"Memang yang sudah ada baru di Pantai Kwaru tempat evakuasi tsunami, tetapi sebenarnya alam sudah menyediakan pelindung seperti gumuk pasir dan ada bukit-bukit bagi kita menjadi pelindung dari tsunami," ucapnya.

Nelayan berhasil selamat saat diterjang tsunami

Bicara tsunami, tentunya tak lepas dari kisah-kisah yang pernah dialami warga. Bahkan beberapa di antaranya mungkin tak akan pernah dilupakan selama hidup.

Salah satunya pernah diceritakan tahun 2018 lalu. Berikut kisahnya :

Bencana alam tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) menyisakan cerita duka bagi mereka yang merasakan dampaknya.

Salah satunya adalah Puji, seorang nelayan yang selamat usai dihantam gelombang tsunami sebanyak 3 kali.

Melansir dari Tribun Lampung, Puji (27) adalah seorang Nelayan asal Desa Kenali, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Pada Senin (24/12/2018), ia ditemukan selamat usai mengalami peristiwa dramatis selamat dari tsunami yang nyaris membunuhnya.

Baca juga :

Pakar BPPT Ungkap Potensi Gempa 8,8 SR dan Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Ini Respon BMKG

BREAKING NEWS - GEMPA DI TERNATE HINGGA MANADO, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Kisahnya berawal dari perjalanan Puji untuk mencari ikan dengan perahu bersama dengan teman-teman nelayannya.

Sebelum gelombang tsunami melanda pesisir Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018).

Pada saat itu, Puji bersama dengan teman-temannya sedang mencari ikan menggunakan perahu jangkung dengan cara bedekatan.

Dalam pengakuannya, lokasi memancing Puji hanya berjarak 2,5 kilometer dari Anak Gunung Krakatau, sebuah jarak yang cukup dekat dengan gunung berapi nan mematikan.

Pada saat itulah, ia mendengar suara reruntuhan, seperti suara letupan.

"Selang lima menit kemudian terjadi gelombang tinggi menghantam perahu kami," kata Puji dikutip dari Tribun Lampung.

Pada saat itulah gelombang tinggi datang dan menerjang tiga kali.

Lalu, pada hantaman pertama, perahu yang mereka tumpangi oleng.

Hingga kemudian, pada kesempatan kedua, perahu mereka terguling.

Akhirnya, pada nelayan itu pun tercebur ke laut.

Namun, Tuhan begitu baik, nyawa mereka berhasil diselamatkan karena terdampat di sebuah pulau usai tercebur ke dalam laut.

"Kemudian, gelombang yang ketika membawa arus dan keesokannya, saya terdampar di pulau,"katanya.

"Di sana juga ada teman saya yang juga terdampar, lalu kita diselamatkan kapal motor nelayan yang lewat dan dibawa ke Pulau Sebesi," tambahnya.

Sebelum terdampar di lautran, Puji mengaku terobang-ambing di tengah lautan. Ia terbawa arus dan mencari pegangan kayu, hingga terdampar di sebuah pulau.

Setelah ia diselamatkan kini, ia sudah di bawa pulang ke rumahnya pada Senin siang (24/12/2018). (*)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:



Baca juga:


PKB Menilai Diplomasi Makan Siang Megawati dan Prabowo Merupakan Pertemuan Personal, Bukan Koalisi


Harga Suzuki Jimny Balikpapan Rp 360 Jutaan, Mobil Mewah Ini Hanya 4 Unit di Dealer Kalimantan Timur


Maskapai Ini Tak Sengaja Ungkap Posisi Duduk Paling Tak Aman di Pesawat, Titik Favorit Penumpang


Satia Bagdja Ijatna Gantikan Salahudin Pelatih Persiba Balikpapan, Begini Karirnya di Sepak Bola


Jefri Nichol Tulis Caption Begini Sebelum Ditangkap Terkait Narkoba, Sudah Tahu Diincar?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5.744 Desa Berpotensi Terdampak Tsunami, 584 Ada di Selatan Jawa",  dan 3 Kali Dihantam Tsunami, Nelayan ini Berhasil Lolos dari Maut dengan Cara Tak Terduga!

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved