Pengetab Kuras BBM di Permukiman Warga, Tim Pengawasnya Mana?

Di tanah lapang itu, berususun ratusan kendaraan roda dua, dengan merek yang sama, Suzuki Thunder yang dikenal memiliki kapasitas tangki BBM besar

Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Tahun 2015 lalu, Pemkab Berau bersama Polres Berau juga sempat melakukan penertiban kepada pengetab dan para pengecer BBM. Namun penertiban ini tidak membuat mereka jera, meski BBM yang mereka miliki disita petugas. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Masyarakat Berau tampaknya masih harus bersabar menghadapi para pengetab di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pasalnya, hingga kini, mereka masih menguasai seluruh SPBU yang beroperasi di Kabupaten Berau.

Seperti yang tampak pada hari Kamis (25/7/2019) di sebuah lapangan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari SPBU Rinding.

Di tanah lapang itu, berususun ratusan kendaraan roda dua, dengan merek yang sama, Suzuki Thunder yang dikenal memiliki kapasitas tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) berukuran besar. Tidak aneh jika kendaraan ini menjadi andalan para pengetab BBM.

Pemandangan serupa juga terlihat tidak jauh dari SPBU Bujangga, para pengetab menunggu antrea di Gang Tarap, ada puluhan Suzuki Thunder parkir berjejer di pinggir jalan.

Warga juga mengeluhkan, sejumlah pengetab yang menggunakan kendaraan bak terbuka, kerap mondar-mandir di lingkungan mereka.

“Mereka sering bolak-balik lewat sini. Kami kira sedang apa, pas kami datangi, ternyata mereka menguras bensin dari tangki,” ujar Wahyu, seorang warga di Jalan Cemara, Kelurahan Rinding.

Warga mengaku khawatir melihat ulah para pengetab yang menguras tangki BBM di sekitar rumah mereka. “Kalau ada apa-apa, misalnya mobilnya terbakar bagaimana? Kan ini daerah permukiman,” katanya lagi.

Apalagi menurut warga tadi, di Kabupaten Berau sudah kerap terjadi, mobil terbakar saat tengah mengisi BBM.

Baca Juga:

Rencana Penambahan Sekolah di Balikpapan Dipastikan Sulit Terealisasi, Abdulloh: Bukan Perkara Mudah

KRISS HATTA Ditahan 20 Hari, Begini Kronologi Penganiayaan hingga Antony Hillenaar Babak Belur

“Kalau di SPBU kan ada alat pemadam kebakaranya, nah kalau di pemukiman warga bagaimana? Siapa yang tanggung jawab? Katanya Pemkab Berau bentuk tim pengawas BBM dan LPG, tim pengawasnya mana ini?” ujarnya.

Pemkab Berau memang berjanji akan menertibkan para pengetab, pengecer BBM dan LPG mulai awal bulan Juli 2019 lalu.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda tim pengawas yang turun ke lapangan.

Tahun 2015 lalu, Pemkab Berau bersama Polres Berau juga sempat melakukan penertiban kepada pengetab dan para pengecer BBM. Namun penertiban ini tidak membuat mereka jera, meski BBM yang mereka miliki disita petugas.
Tahun 2015 lalu, Pemkab Berau bersama Polres Berau juga sempat melakukan penertiban kepada pengetab dan para pengecer BBM. Namun penertiban ini tidak membuat mereka jera, meski BBM yang mereka miliki disita petugas. (Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen)
Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved