Calon Investor KIPI di Kalimantan Utara Diminta Segera Akses OSS untuk Dapatkan Izin Lokasi

Izin Lokasi dikeluarkan oleh Bupati Bulungan. Hanya saja, untuk mendapatkannya mesti melalui OSS (online single submission) di BKPM RI.

Calon Investor KIPI di Kalimantan Utara Diminta Segera Akses OSS untuk Dapatkan Izin Lokasi
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Kepala DPM PTSP Kalimantan Utara, Risdianto saat menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kalimantan Utara meminta seluruh investor yang berinvestasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara segera mengakses layanan Online Sistem Submission (OSS) untuk mendapatkan Izin Lokasi.

Sebab dari beberapa investor yang menyatakan minat, baru sekitar 5 investor yang sudah mengantongi Izin Lokasi dari Bupati Bulungan.

Kelima investor tersebut ialah PT Indonesia Strategis Industri seluas 10.626 hektare, PT Indonesia Dafeng Heshun Energi Industri 2.000 hektare untuk pembangunan pembangkit listrik dan pengoperasian fasilitas pembangkit.

Adapula PT Kayan Patria Propertindo 380 hektare untuk lokasi pergudangan, pabrik, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PT Adhydaya Suprakencana 3.500 hektare untuk pemusatan kegiatan industri, dan PT Inalum (Persero) 600 hektare untuk industri pembuatan logam bukan besi dan fasilitas pemurnian (smelter) alumina.

"Kami minta yang punya minat, untuk bergerak cepat mengurus izin lokasi. Izin lokasi ini sebagai jembatan untuk mendapatkan tanah atau lokasi di KIPI. Kita fasilitasi itu," kata Kepala DPM PTSP Kalimantan Utara, Risdianto kepada Tribunkaltim.co usai menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (30/7/2019).

Risdianto mengatakan, Izin Lokasi dikeluarkan oleh Bupati Bulungan. Hanya saja, untuk mendapatkannya mesti melalui OSS (online single submission) di BKPM RI.

Setelah mendapatkan Izin Lokasi, selanjutnya investor sudah bisa melakukan pembebasan lahan baik yang milik masyarakat maupun milik perusahaan di rencana lokasi KIPI saat ini.

"Kita pemerintah daerah akan memfasilitasi investor untuk mendapatkan izin tersebut. Hal ini juga menjadi penekanan Pak Presiden agar investor dipermudah, tidak berbelit-belit," ujarnya.

"Adapun pengadaan lahannya tetap dilakukan oleh investor karena tidak mungkin dilakukan oleh APBM maupun APBD," tambahnya. 

11 Rencana Pembiayaan dan Partner Investasi KIPI Tanah Kuning:

1. KPP Industria Estate
Pemilik Proyek: PT Kayan Patria Propertindo
Mitra: Tahap Seleksi
Biaya (Juta USD): 100
2. Proyek ISI Integrated Economic Zone
Pemilik Proyek: PT Indonesia Strategis Industri
Mitra: -
Biaya (Juta USD): 3.900
3. ASK Gezhouba Industrial Park
Pemilik Proyek: PT ASK & Gezhouba Consortium
Mitra: China Gezhouba Group Intl.Eng.Co.Ltd.
Biaya (Juta USD): 730
4. Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 300
5. Pelabuhan Laut
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 300
6. SEB-KPP-STATE Grid Integrated Solution: Mentarang Induk & Kabama Induk HEB's Malinau
Pemilik Proyek: PT Kayan Hydropower Nusantara
Mitra: Tahap seleksi
Biaya (Juta USD): 2.000
7. Kayan Hydro Energy
Pemilik Proyek: PT Kayan Hydro Energy
Mitra: Power China Intl Group
Biaya (Juta USD): 17.800
8. Sembakung Hydropwer Plant
Pemilik Proyek: PT Kayan Energy Lestari
Mitra: PT Hannergy Power Indonesia
Biaya (Juta USD): 731
9. KIPI 1.000 MW Coal Fired Power
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 2.000
10. IDHEI & GEZHOUBA Hydro Power
Pemilik Proyek: PT IDHEI
Mitra: China Gezhouba Group Intl.Eng.Co.Ltd
Biaya (Juta USD): 1.500
11. Prime Steel Indonesia
Pemilik Proyek: MCC Coverseas Ltd & PT Tambang Nasional Indonesia
Mitra: Metallurgical Corp. Of China, Ltd (MCC(
Biaya (Juta USD): 2.000
12. KIPI DME - Dimetyl Ether (Coal to Gas)
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: East China Eng Science & Technology
Biaya (Juta USD): 3.600
13. Inalum: Proyek Cluster Aluminum
Pemilik Proyek: PT Inalum
Mitra: -
Biaya (Juta USD): 6.030

Perusahaan yang Telah Mendapat Izin Lokasi:
1. PT Indonesia Strategis Industri
Luas Lahan: 10.626
Kegiatan: Kawasan Industri
2. PT Indonesia Dafeng Heshun Energy Industri
Luas Lahan: 2.000 ha
Kegiatan: Excess Power
Izin dikeluarkan: 16 Oktober 2018
3. PT Kayan Patria Prapertindo
Luas Lahan: 380 ha
Kegiatan: Pergudangan, pabrik, dan PLTU
Izin dikeluarkan: 2 Oktober 2018
4. PT Adhydaya Suprakencana
Luas lahan: 3.500 ha
Kegiatan: Tempat Pemusatan Industri
Izin Dikeluarkan: 16 Oktober 2018
5. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum
Luas lahan: 600 ha
Kegiatan: Industri pembuatan logam dasar bukan besi/smelter alumina
Izin dikeluarkan: 22 Oktober 2018.

Sumber: Pemprov Kalimantan Utara 2019.

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved