Senin, 13 April 2026

Ustad Kondang Da'as Latif; Jangan Keseringan Curhat di Medsos, Jika Ada Masalah Curhat kepada Allah

Sedekah seribu sehari, di tahun pertama mendapatkan dana dari masyarakat sekitar Rp 400 juta, di hari jadi kedua mendapat dana sedekah Rp 700 juta

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
Ustad Da'as Latif saat memberikan ceramah sekaligus menghibur ibu-ibu Komunitas Insan Peduli, sedekah sehari seribu di Rumah Jabatan Wakil Walikota Balikpapan, Rabu (31/7/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ustad kondang asal Sulawesi Selatan Dasad Latif menghibur ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Insan Peduli, Sedekah Seribu Sehari.

Ustad Dasad Latif terkenal dengan ceramah yang kocak, tak sedikit ibu-ibu tertawa terbahak-bahak karena ceramahnya.

Dalam ceramahnya Ustad Dasad Latif menyinggung masalah sedekah. Menurutnya seberapa pun sedekah yang kita berikan tidak membuat orang tersebut jatuh miskin.

Selain membahas Sedekah. Ustad Dasad Latif pun memberi masukkan kepada ibu-ibu yang hadir jangan keseringan update status di media sosial.

"Jika ada masalah curhat kepada Allah, jangan curhat kepada saudara apalagi diupdate status Facebook," ujarnya disambut tawa para tamu undangan.

Acara yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Walikota Balikpapan ini pun dirangkai dalam acara HUT Ke 2 Komunitas Insan Peduli, sedekah seribu sehari.

Nurlena Rahmad Masud, Istri Wakil Walikota Balikpapan berharap untuk Komunitas Insan Peduli menjadi amal jariah.

"Sedekah seribu sehari, di tahun pertama mendapatkan dana dari masyarakat sekitar Rp 400 juta, di hari jadi kedua mendapat dana sedekah Rp 700 juta. Harapannya tahun depan mendapatkan Rp 1 Miliar atau lebih," kata Nurlena Rahmad Masud.

Nurlena Rahmad Masud menyampaikan, dengan sedekah manfaatnya untuk masyarakat, dari masyarakat. Semoga pemerintah kota semakin mudah dan membantu masyarakat yang memang harus dibantu.

"Walau pun hanya seribu sehari itu sangat membantu. Saya sangat mendukung, selain sedekah juga ada seminar. Karena ibu-ibu itu harus dilatih bagaimana kita memiliki ketrampilan untuk menghasilkan sesuatu," ungkap Nurlena Rahmad Masud.

Nurlena Rahmad Masud pun memberikan masukan, Ibu-ibu harus tahu tata tertib, tata bicara dan menghargai orang, terkadang ibu-ibu lagi bicara yang lain mengajak selfie.

"Tingkah laku yang harus jaga, dan harus dibekali dengan ahlak yang saling menghargai," ungkap Nurlena Rahmad Masud.

Jumiah Ketua Panitia Acara HUT ke 2 Komunitas Insan Peduli mengatakan, dengan adanya sedekah seribu sehari terkumpul ada 130 paket sembako, dan 30 santunan yang disebar untuk semua wilayah di Balikpapan. Khusus Balikpapan Barat dapat paket sembako.

Dengan total hampir 3.000 donatur seluruh Balikpapan. Setiap RT diberikan satu celengan yang ingin bersedekah seribu sehari.

Ustad Da'as Latif saat memberikan ceramah sekaligus menghibur ibu-ibu Komunitas Insan Peduli, sedekah sehari seribu di Rumah Jabatan Wakil Walikota Balikpapan, Rabu (31/7/2019)
Ustad Da'as Latif saat memberikan ceramah sekaligus menghibur ibu-ibu Komunitas Insan Peduli, sedekah sehari seribu di Rumah Jabatan Wakil Walikota Balikpapan, Rabu (31/7/2019) (Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah)

Untuk dana yang diperoleh tidak tentu, karena suka rela atau seikhlasnya, jadi dananya berubah-ubah setiap bulan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved