Akbar Faizal Berapi-api Sebut Prabowo dan Jokowi tak Mesti Satu Bahasa, Kapitra Ampera Sindir Nasdem
Akbar Faizal juga menilai tak perlu ada rekonsiliasi antara Presiden terpilih Jokowi dan mantan capres 02 Prabowo Subianto setelah Pilpres 2019
"Yang bagi saya pribadi, dengan logika terbatas saya, sebenarnya ada satu hal yang tidak perlu disatukan. Seakan Gerindra, Pak Prabowo harus satu bahasa dengan Pak Jokowi, itu enggak perlu," ungkapnya.
"Elegansi pemerintahan itu ketika ada yang bisa menguji apa yang kiat pahami. Dan itu adalah oposisi," tutupnya.
Lihat Video di Menit ke 4.40:
Dikritik Politisi PDIP
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan), Kapitra Ampera memberikan sindiran terkiat ucapan Akbar Faizal.
Kapitra Ampera dalam mengawali argumennya menuturkan ia merasa terkejut mendengar ucapan Politisi Nasdem Akbar Faizal.
Bahkan ia mengatakan jika Nasdem sedang memisahkan diri dari koalisi partai Jokowi-Ma'ruf.
"Saya terkejut amat sangat terkejut, ternyata Nasdem sedang memisahkan diri untuk jadi oposisi yang sesunggunya," ujar Kapitra Ampera.
• Sebut Bagian Rekonsiliasi, Kapitra Ampera: Habib Rizieq Gak Usah Khawatir, Ana akan Pulangkan Antum
• Di ILC, Kapitra Ampera dan Haikal Hassan Berdebat soal Puisi Neno Warisman, Simak Perdebatannya
• Legowo Aksi Kontemplasi di Monas Ditunda, Kapitra Ampera Doakan Reuni 212 Besok Sukses
Menurutnya apa yang diungkapkan Akbar Faizal seakan dirinya oposisi.
"Bahasa-bahasa yang dikeluarkan saudara saya ini, itu adalah bahasa oposisi. Lebih baik keluar dari koalisi itu lebih bagus ya," paparnya.
"Kedua atau mungkin Nasdem takut ketinggalan. Kegundahan itu dimunculkan ke permukaan bahwa dia takut kehilangan. Inilah yang buat sedih. Ya mudah-mudahan Nasdem jadi oposisi yang sesungguhnya," pungkas Kapitra Ampera.
Lihat video di menit ke 4.14:
(TribunWow.com)